Gubernur Jateng Tinjau Tanah Bergerak Padasari

  • 05 Feb 2026 09:31 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Tegal - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Rabu (4/2/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan demi keselamatan warga terdampak.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Kapolres Tegal, unsur TNI/Polri, Forkopimda, Forkopimcam, serta perangkat desa setempat.

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari diketahui terjadi sejak Senin (2/2/2026). Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.00 WIB diduga menjadi pemicu hingga sekitar pukul 19.00 WIB terdeteksi adanya pergerakan tanah. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Tegal bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) dan unsur terkait langsung melakukan asesmen, koordinasi, serta evakuasi warga.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan peninjauan lapangan merupakan tindak lanjut keputusan Forkopimda Kabupaten Tegal untuk mengevakuasi warga di wilayah rawan karena potensi bencana susulan masih tinggi.

“Kami bersama Forkopimda dan unsur lainnya meninjau langsung lokasi sebagai tindak lanjut keputusan semalam untuk mengevakuasi warga di Pedukuhan Tigasari dan sebagian Pedukuhan Padareka karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah susulan,” ujar Ischak.

Ia menjelaskan sekitar 200 rumah atau 200 kepala keluarga dengan jumlah kurang lebih 700 jiwa telah dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian yang dinilai aman, di antaranya rumah warga, SD Negeri 1 Padasari, serta majelis taklim di belakang rumah Kepala Desa.

Pemerintah Kabupaten Tegal, lanjut Bupati, sejak malam kejadian telah menetapkan langkah tanggap darurat dengan menyiapkan tenda pengungsian, dapur umum di dua titik, serta lima unit toilet portabel.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun sekitar 200 rumah mengalami kerusakan, baik ringan hingga berat. Beberapa bangunan bahkan roboh, termasuk fasilitas pendidikan di SMA NU Al-Adalah,” ucapnya.

Bupati menambahkan Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan status tanggap darurat bencana melalui Surat Keputusan Bupati dan mengaktifkan pos komando serta satuan tugas kebencanaan.

Berdasarkan pendataan sementara per 4 Februari 2026 pukul 14.10 WIB, dari 161 rumah yang telah terdata, sebanyak 109 unit mengalami rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 26 unit rusak ringan. Secara keseluruhan, dampak bencana diperkirakan mencapai 250 rumah dengan jumlah warga terdampak sekitar 250 kepala keluarga atau 760 jiwa.

Selain permukiman, bencana tanah bergerak juga merusak infrastruktur vital berupa tiga titik jalan desa dan kabupaten, satu bendung irigasi, serta satu jembatan desa. Sejumlah fasilitas pemerintahan, pendidikan, peribadatan, dan layanan kesehatan turut terdampak.

Sementara itu, total pengungsi tercatat sebanyak 1.154 jiwa, terdiri atas 628 warga dan 526 santri yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian, termasuk rumah warga, sekolah, majelis taklim, dan pondok pesantren.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tidak boleh bersifat sementara dan seluruh unsur harus siaga menghadapi potensi bencana susulan.

“Harus ada langkah antisipasi dan pencegahan. Jangan sampai kejadian susulan tidak tertangani,” kata Ahmad Luthfi.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar hingga penyiapan hunian bagi warga terdampak, mengingat sekitar 250 rumah diperkirakan tidak dapat dibangun kembali di lokasi semula.

“Huntara diproyeksikan menjadi huntap. Fasilitas umum harus lengkap. Jalan dan jembatan menjadi prioritas, maksimal satu minggu sudah harus tertangani,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penanganan darurat akan terus dilakukan secara terpadu selama masa tanggap darurat 14 hari sambil menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi terkait keamanan lahan dan rencana relokasi warga. (Arif Rahman)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....