Mangrove Dorong Ekonomi dan Edukasi Pesisir
- 02 Feb 2026 11:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Konservasi mangrove di Desa Lontar, Kabupaten Serang, tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan edukasi bagi masyarakat pesisir. Upaya ini melibatkan nelayan, mahasiswa, hingga komunitas generasi muda.
Ketua Kelompok Usaha Bersama Mandiri Lontar, Ropin, mengatakan mangrove yang telah tumbuh memberikan manfaat ekonomi langsung bagi nelayan. “Dengan mangrove yang sehat, hasil tangkapan udang dan kepiting meningkat tanpa harus melaut jauh,” ujarnya dalam Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Senin, 2 Februari 2026.
Selain itu, kelompoknya mengembangkan silvofishery di tambak untuk memperbaiki kualitas air. Akar mangrove mampu menyerap limbah dan menetralkan air tambak. “Produksi bandeng dan udang jadi lebih baik,” katanya.
Robin juga aktif mengedukasi generasi muda melalui kegiatan ekowisata mangrove bernama Jembatan Pelangi. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten dan luar daerah terlibat langsung dalam penanaman dan rehabilitasi mangrove.
Tak hanya itu, mangrove juga dikenalkan sebagai sumber pangan alternatif. “Dulu biji mangrove jadi makanan pokok saat paceklik. Sekarang bisa diolah jadi tepung, bolu, bahkan jus,” ujarnya.
Ia menilai potensi mangrove sebagai bagian dari ketahanan pangan dan ekonomi hijau masih sangat besar. Selain menyerap karbon, mangrove berkontribusi besar terhadap produksi oksigen.
Robin berharap pemerintah dan masyarakat terus mendukung pelestarian mangrove. “Kami bergerak bukan karena dibayar, tapi karena kesadaran untuk menjaga masa depan pesisir,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....