Dampak Degradasi Pesisir Turunkan Populasi Ikan Tangkap
- 08 Jun 2026 12:07 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Penurunan kualitas lingkungan di kawasan pesisir pantai Banten akibat penyusutan lahan hutan bakau mulai mengancam produktivitas sektor perikanan daerah. Kerusakan habitat alami ini memicu migrasi ikan ke laut lepas sehingga menjauh dari jangkauan area tangkap nelayan tradisional.
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten, Neneng Sri Hastuti Handayani, menyatakan degradasi ekosistem pesisir secara otomatis membawa dampak langsung pada penurunan populasi ikan tangkap. Ketika fungsi pelindung dari hutan mangrove hilang, menurutnya wilayah pemijahan biota laut ikut hancur dan menghentikan siklus reproduksi alami.
"Degradasi ekosistem ini berdampak pada penurunan populasi ikan tangkap, pasti itu pasti. Karena kembali ke fungsi dari mangrove itu kan selain bisa menetralisir limbah kimia, juga menjaga abrasi, terus tempat pemijahan biota laut," kata Neneng Sri Hastuti Handayani, Senin 8 Juni 2026.
Neneng menilai k eseimbangan biota laut hanya dapat terwujud apabila kawasan hutan mangrove dan padang lamun dipertahankan dari intervensi korporasi. Pemeliharaan ekosistem yang sehat secara empiris terbukti mampu menjaga ketersediaan jumlah ikan di laut tetap melimpah.
Kemampuan padang lamun dan mangrove dalam mengisolasi emisi karbon diklaimnya mencapai 35 kali lebih cepat daripada vegetasi hutan daratan. Keunggulan ekologis karbon biru (blue carbon) ini menjadi modal penting dalam menekan dampak buruk perubahan iklim global.
Sebaliknya, pembiaran terhadap kehancuran vegetasi pantai akan mempercepat pemanasan suhu air laut. Fenomena tersebut rawan memicu pemutihan karang (coral bleaching) serta merusak rantai makanan utama ikan tangkap.
Neneng menyebut asosiasi nelayan kini aktif mengonsolidasikan seluruh anggotanya untuk terlibat dalam gerakan pemulihan habitat secara mandiri. Langkah pembersihan pantai dari sampah plastik terus digalakkan demi menjaga kenyamanan tumbuh kembang biota pesisir.
Upaya penyelamatan komunal ini dikatakan Neneng memerlukan dorongan insentif dan jaminan hukum hak kelola wilayah tangkap tradisional. "Kalau itu dijaga maka populasi laut akan tetap artinya terjaga, ikannya tetap banyak," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....