Sains dan Etika Kompas Santri Masa Depan
- 02 Feb 2026 11:06 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Santri Al-Hikam Malang menginisiasi Festival Ilmiah Santri Nasional 2026 sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para ilmuwan, politikus, dan negarawan dalam satu forum ilmiah. Ketua Pelaksana, M. Fathoni Putra Fardani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong para santri yang mayoritas berstatus mahasiswa agar lebih mendalami dunia riset dan karya tulis.
"Tujuan kami adalah mempertemukan berbagai pihak untuk membahas isu global, di mana tahun ini kami fokus pada integrasi sains dan etika," ujar Fathoni dalam dialog di RRI Kediri, Senin (02/02/2026).
Tema diangkat dengan filosofi menjadikan sains dan etika sebagai kompas utama generasi muda dalam menavigasi masa depan. Panitia menekankan bahwa kemajuan teknologi tanpa landasan moral yang kuat akan kehilangan arah, sehingga posisi etika sangat krusial dalam setiap inovasi yang dilahirkan oleh santri.
Fathoni mengatakan untuk cakupan peserta festival di pesantren mahasiswa Al Hikam Malang ini pun cukup luas, mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar SMA, santri di wilayah Malang, hingga masyarakat umum. Rangkaian acara ini terdiri dari lima kegiatan besar, termasuk lomba esai dan short movie yang saat ini tengah memasuki tahap penilaian.
Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026, yang akan dimeriahkan dengan Coaching Expert Class, Al-Hikam Talk, serta pameran karya ilmiah dan seni santri. Narasumber ternama seperti Prof. Stella Christie yang ahli di bidang AI Cognitive, Sabrang Mowo Damar Panuluh, hingga penulis Ahmad Rifa’i dijadwalkan hadir untuk berbagi ilmu.
Sebagai ketua pelaksana, Fathoni mengakui bahwa mengoordinasikan festival di tengah kesibukan kuliah para santri memerlukan tekad dan konsistensi yang luar biasa. Meski penuh tantangan, dukungan mengalir deras dari pihak pemerintah dan akademisi melalui audiensi ke berbagai universitas besar seperti UM, UIN, dan Unisma. Hal ini membuktikan bahwa kreativitas santri di bidang ilmiah mendapatkan apresiasi positif dari dunia pendidikan tinggi.
Fathoni berharap festival ini tidak hanya menjadi seremonial belaka atau berakhir sebagai dokumentasi di atas kertas, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Melalui Lentera Inovasi, santri diharapkan mampu menunjukkan wajah baru sebagai generasi yang melek teknologi namun tetap teguh memegang prinsip akhlakul karimah.
"Kami ingin dampak festival ini bisa menyentuh langsung ke seluruh aspek kehidupan masyarakat," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....