Klampok Miliki Makam Wargo Hutomo Hingga Makam Belanda
- 02 Feb 2026 09:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Tak hanya memiliki peninggalan bangunan-bangunan era kolonial tinggalan kejayaan Pabrik Gula, Klampok ternyata juga memiliki peninggalan masa kerjaan Islam. Salah satunya adalah makam Wargo Hutomo, Adipati terakhir Wirasaba sebelum dibagi menjadi empat. Artinya, Wargo Hutomo merupakan leluhur bagi masyarakat Banyumas Raya. Selain makam tersebut, di Klampok juga terdapat makam Belanda. Hal itu menjadikan Klampok layak menjadi sebuah kawasan cagar budaya.
Hal itu terungkap dalam kajian lapangan yang dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara, Sabtu 31 Januari 2026 di Kecamatan Purwareja Klampok. TACB Banjarnegara hadir bersama Kabid Kebudayaan Dinparbud Banjarnegara Kuat Herry Isnanto, Camat Purwareja Klampok Susanto dan Kepala Desa Klampok Agus Supriyono.
TACB mengkaji bangunan kantor pos, kantor kecamatan, Polsek Klampok, makam Wargo Hutomo dan makam Belanda yang ada di Klampok. Objek tersebut rencananya akan diajukan kepada Bupati Banjarnegara untuk ditetapkan sebagai cagar budaya.
Kuat Herry Isnanto menyampaikan bahwa Wargo Hutomo adalah milik masyarakat se Banyumas Raya, karenanya objek ini diprioritaskan untuk segera ditetapkan.
"Makam ini bagi masyarakat Banyumas Raya adalah tempat leluhur. Bahkan leluhur Presiden Prabowo Subianto juga dari jalur Joko Kaiman. Wisata religi juga sudah berjalan di sini dengan ramainya peziarah setiap hari. Maka menjadi penting untuk segera kita tetapkan," ujar Kuat.
Sementara itu Susanto berharap dengan banyaknya objek sejarah yang ada di Purwareja Klampok menjadikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
"Kami berharap sektor pariwisata dan kebudayaan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga masyarakat semakin sejahtera," harap Susanto.
Ketua TACB Banjarnegara Heni Purwono berharap nantinya Klampok dapat ditetapkan menjadi kawasan cagar budaya karena terdapat beragam situs yang mewakili beberapa identitas jaman.
"Tentu ini butuh dukungan dari pihak Provinsi, dan juga pusat. Karena tentu revitalisasi membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun saya yakin ke depan jika dikelola dengan baik akan menghasilkan pendapatan yang besar bagi masyarakat," ujar Heni.
Kepala Kantor Pos Klampok Agus Sugiyono berharap ada perhatian anggaran dari pemerintah untuk pemeliharaan bangunan kantor pos.
"Minimal kami sangat berharap agar ada dana untuk memperbaiki atap yang bocor, agar rangka atapnya tidak rusak. Saat ini kondisinya sangat rawan hancur," keluh Agus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....