Kolaborasi UNIPA–Pemprov PBD, 14 Dokter Dapat Beasiswa Spesialis
- 01 Feb 2026 10:16 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong — Sebanyak 14 dokter mendapat program beasiswa pendidikan dokter spesialis melalui kolaborasi Universitas Papua (UNIPA) dan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD). Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis sekaligus memperkuat layanan kesehatan di wilayah Papua Barat Daya.
Dekan Fakultas Kedokteran UNIPA, dr. Herlina Yulidia, mengatakan program beasiswa tersebut menunjukkan komitmen Pemprov Papua Barat Daya dibawah kepemimpinan Elisa Kambu - Ahmad Nausrau dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya bagi dokter asli Papua.
Menurutnya, program ini dirancang untuk memastikan dokter-dokter yang berasal dari Papua dapat melanjutkan pendidikan spesialis tanpa harus meninggalkan keterikatan pelayanan di daerah asal.
“Tahun ini menjadi tahun pertama pelaksanaan target pemerintah daerah untuk mendorong dokter asli Papua melanjutkan pendidikan spesialis.
Pada awalnya hanya ditargetkan 10, namun realisasinya melampaui target, ada 14 dokter yang lulus ujian nasional dan langsung didukung Pemprov Papua Barat Daya untuk melanjutkan pendidikan,” ujar dr. Herlina.
Herlina menambahkan, program tersebut diharapkan dapat mempercepat kemandirian daerah dalam penyediaan tenaga dokter spesialis. Dengan semakin banyak dokter spesialis yang berasal dari Papua, maka peluang mereka untuk kembali dan mengabdi di daerah juga semakin besar.
Menurut dr. Herlina, keberadaan dokter spesialis menjadi faktor penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran. Pasalnya, ketersediaan dokter spesialis tidak hanya berdampak pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menentukan kemampuan fakultas kedokteran membuka program pendidikan lanjutan.
“Kalau kita ingin menghasilkan dokter umum, kita butuh dokter. Tapi kalau ingin membuka program profesi dan spesialis, kita harus punya dokter spesialis sebagai tenaga pengajar,” katanya.
Selain program beasiswa, dukungan Pemprov Papua Barat Daya juga terlihat melalui pemberian hibah anggaran yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir. Dukungan ini dinilai sangat membantu operasional pendidikan kedokteran, termasuk saat Fakultas Kedokteran UNIPA harus memastikan mahasiswa mampu mengikuti dan lulus ujian nasional dengan standar pendidikan kedokteran nasional yang ketat.
Pada periode sebelumnya, Fakultas Kedokteran UNIPA juga sempat menerima hibah miliaran rupiah untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran dan pengembangan fakultas. Menurut dr. Herlina, konsistensi dukungan anggaran dan penguatan fasilitas pendidikan menjadi modal penting bagi UNIPA untuk mengembangkan program pendidikan dokter spesialis secara mandiri di masa depan.
Kerja sama antara UNIPA dan Pemprov Papua Barat Daya diharapkan terus berlanjut agar penguatan pendidikan kedokteran dan pemerataan layanan kesehatan di wilayah Papua Barat Daya dapat berjalan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....