Pengelolaan Sampah RDF di Banyumas Terkendala Musim Penghujan
- 28 Jan 2026 14:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Banyumas menghadapi sejumlah kendala selama musim penghujan. Tingginya produksi RDF belum diimbangi dengan ketersediaan gudang penyimpanan yang memadai, sehingga berdampak pada efektivitas pengolahan sampah.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Arif Sugiono, mengatakan musim hujan menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan RDF. Menurutnya, volume produksi RDF di Banyumas tergolong besar, namun fasilitas pendukung belum sepenuhnya mencukupi.
“Musim penghujan menjadi permasalahan tersendiri bagi kami. Produksi RDF cukup besar, tetapi kami belum memiliki gudang yang cukup untuk menyimpan hasil olahan RDF tersebut,” ujar Arif Sugiono.
Ia menjelaskan, saat ini DLH Banyumas telah menjalin kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dan berencana memperluas kerja sama dengan Pabrik Semen BIMA di Ajibarang terkait pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif industri semen.
Namun demikian, keterbatasan ruang penyimpanan menyebabkan RDF kerap terkena hujan dan menjadi basah. Kondisi tersebut membuat RDF harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dimanfaatkan, sehingga membutuhkan waktu tambahan.
“Ketika RDF basah, harus dikeringkan lagi, sementara kapasitas tempat kami terbatas. Ini berdampak pada tertundanya proses pengolahan sampah di TPS dan TPA, serta memengaruhi output pengolahan sampah di tingkat KSM dan KSK,” jelasnya.
Arif berharap ke depan tersedia fasilitas gudang penyimpanan RDF yang memadai agar proses pengelolaan sampah berbasis RDF di Banyumas dapat berjalan lebih optimal, meski di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....