Kasus Narkoba Anak Kian Mengkhawatirkan

  • 27 Jan 2026 11:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya mencatat tingginya angka penyalahgunaan narkoba sepanjang tahun 2025. Dari 1.237 kasus penyalahgunaan narkoba, sebanyak 54 kasus melibatkan anak-anak.

Analis Penyuluhan dan Layanan Informasi BNN Kota Surabaya, Eni Hanifah, menyebut data tersebut menjadi alarm serius bahwa narkoba merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang kini telah menyasar usia anak.

“Ini menunjukkan bahwa narkoba sudah masuk ke kelompok usia anak. Artinya, pencegahan tidak bisa ditunda dan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Eni dalam Dialog Aspirasi RRI Surabaya, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut Eni, salah satu faktor yang memicu kerentanan anak terhadap penyalahgunaan narkoba adalah pengaruh media sosial yang tidak diimbangi dengan pendampingan memadai. Anak dengan mudah terpapar lingkungan sosial yang berisiko tanpa kemampuan menyaring informasi secara matang.

Selain itu, minimnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak juga turut memperbesar potensi penyalahgunaan narkoba. Padahal, keluarga menjadi benteng pertama dalam upaya pencegahan. “Kami rutin melakukan sosialisasi dan edukasi di sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA. Namun upaya itu tidak akan cukup tanpa peran aktif orang tua di rumah,” ucapnya tegas.

Berdasarkan data BNN Kota Surabaya, tren penyalahgunaan narkoba menunjukkan kecenderungan usia pengguna semakin muda, seiring dengan mudahnya akses informasi dan lemahnya pengawasan di lingkungan keluarga maupun pergaulan.

Eni mengimbau orang tua agar lebih cekatan, yakni aktif mencegah sejak dini, memberikan edukasi, membangun komunikasi dengan anak, mengawasi pergaulan dan penggunaan media sosial, serta yang terpenting menemani anak dalam keseharian.

Sementara itu, anak-anak juga didorong untuk menerapkan prinsip TTS, yaitu Tolak ajakan narkoba, Tinggalkan lingkungan berisiko, dan Selamatkan diri dengan mencari bantuan orang dewasa atau pihak berwenang.

“Anak harus berani berkata tidak dan selektif dalam memilih pertemanan. Keberanian ini perlu dibangun bersama keluarga,” ucap Eni.

BNN Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi berkelanjutan, sekaligus mengajak keluarga dan masyarakat berperan aktif melindungi anak dari ancaman narkoba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....