Pertanian Terendam Banjir, DPKP Pandeglang Usulkan Bantuan Benih
- 26 Jan 2026 16:26 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Cuaca ekstrem di awal tahun 2026 memicu banjir di sejumlah kecamatan sentra padi wilayah selatan Kabupaten Pandeglang. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Patia, Sukaresmi, Pagelaran, Sobang, Panimbang, Sindang Resmi, Angsana, hingga Munjul. Kondisi ini menyebabkan sejumlah lahan persawahan mengalami gagal panen atau puso, yang mengancam stabilitas ekonomi petani di awal musim tanam pertama (MT-1).
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Sopiyah mengonfirmasi pihaknya tengah mendata luasan lahan terdampak untuk pengusulan bantuan benih. Upaya ini dinilainya perlu dilakukan agar petani dapat segera melakukan penanaman ulang setelah debit air menyusut. Koordinasi dengan pemerintah pusat dianggapnya menjadi langkah utama mengingat ketersediaan benih subsidi bergantung pada alokasi anggaran dan stok nasional.
"Upaya kita sedang mengusulkan untuk penggantian benih untuk ditanam lagi karena beberapa kecamatan sentra kawasan padi terkena dampak banjir. Kita usulkan ke pusat," ujarnya, Senin 26 Januari 2026.
DPKP mencatat kondisi cuaca di awal 2026 ini berbanding terbalik dengan situasi sepanjang tahun 2025 yang relatif stabil tanpa bencana signifikan. Rendahnya curah hujan tahun lalu mendukung kelancaran distribusi dan proses pengeringan gabah. Selain itu, tingginya intensitas hujan tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga menghambat proses pascapanen bagi wilayah yang sudah mulai memasuki masa petik.
Selain ancaman banjir, kendala sarana pengeringan padi (dryer) masih menjadi isu krusial di tingkat kelompok tani. Menurut sopyah meskipun sebagian bantuan alat pengering sudah tersedia, jumlahnya masih sangat terbatas dan belum merata di seluruh sentra kawasan. Minimnya fasilitas pengeringan ini dianggapnya berisiko menurunkan kualitas gabah petani jika musim penghujan terus berlanjut hingga puncak panen raya nanti.
Sopiyah berharap banjir segera surut pada Februari agar target tanam di wilayah Cikesik yang memiliki luas lahan hampir 5.000 hektare tidak terganggu. Menurytnya luasan lahan di Cikesik merupakan salah satu penopang utama produksi padi di Pandeglang. Jika pemulihan lahan berjalan lambat, dikhawatirkan akan terjadi pergeseran masa panen yang berdampak pada jadwal serap gabah tahunan.
"Wilayah selatan yang terdampak sekali itu Patia, Sukaresmi, Pagelaran, Sobang, Panimbang, Sindang Resmi. Semoga Februari sudah mulai menyusut," katanya.
Meski dihantam bencana di awal tahun, DPKP tetap memegang sikap optimis terhadap capaian produksi tahunan. Keyakinan ini didasari pada data realisasi tahun sebelumnya yang mampu melampaui target hingga 900.000 ton. Fokus DPKP saat ini adalah memastikan petani yang terdampak banjir mendapatkan kompensasi benih agar siklus produksi di wilayah selatan tidak terputus terlalu lama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....