Sempat Hilang Kontak, Dua Nelayan Parigi Ditemukan Selamat

  • 23 Jan 2026 17:33 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Dua nelayan penjaga rumpon yang sempat hilang kontak di perairan Parigi hingga Lalanga Dua, Kabupaten Poso, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya adalah Marzuki, warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, serta Wisno Balahamu alias Kenon (47), nelayan asal Gorontalo yang berdomisili di Bantaya.

Laporan hilangnya dua nelayan tersebut diterima Satpolairud Polres Parigi Moutong pada Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 Wita dari Rahmat Hidayat, pemilik usaha perikanan sekaligus kapal pukat. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas instansi untuk persiapan operasi pencarian.

Peristiwa bermula saat rumpon yang dijaga Marzuki putus dan hanyut di perairan Parigi, Selasa, 20 Januari 2026 sekitar pukul 15.25 Wita. Wisno kemudian menjemput Marzuki menggunakan perahu kecil, namun di perjalanan mesin perahu yang digunakan mengalami patah sehingga keduanya terombang-ambing di laut dan kehilangan kontak.

Menyikapi laporan tersebut, rapat koordinasi digelar di Mako Satpolairud Polres Parigi Moutong pada Rabu, 21 Januari 2026 malam. Operasi SAR gabungan pun disiapkan dengan melibatkan Satpolairud, Basarnas Parigi, TNI AL, Polairud Polda Sulawesi Tengah, BPBD Parigi Moutong, serta pemilik usaha perikanan.

Baca Juga: Gudang di Jalur Trans Sulawesi Parigi Nyaris Hangus

Kabar baik diterima pada Kamis, 22 Januari 2026 pagi, setelah Wisno berhasil menghubungi pihak keluarga dan pemilik usaha perikanan. Ia mengabarkan bahwa dirinya bersama Marzuki berada dalam kondisi selamat di Rumpon Mandiri 19, perairan Lalanga Dua, Kabupaten Poso.

Tim SAR gabungan tetap diberangkatkan untuk memastikan evakuasi berjalan aman. Pada pukul 14.37 Wita, kedua nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan selanjutnya dibawa kembali ke Parigi.

Kabag Ops Polres Parigi Moutong, KOMPOL Sugianto, mengatakan keberhasilan penyelamatan tersebut berkat respons cepat dan koordinasi lintas instansi. Ia juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut dan memastikan kondisi mesin serta alat komunikasi dalam keadaan layak.

“Pastikan kondisi mesin dan peralatan komunikasi dalam keadaan layak, gunakan alat keselamatan, serta segera melapor jika terjadi gangguan di laut. Keselamatan adalah yang utama,” ungkapnya.

Operasi SAR resmi ditutup pada Kamis malam sekitar pukul 21.45 Wita setelah seluruh tim dan korban tiba kembali di pangkalan Parigi. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi dalam penanganan keadaan darurat di laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....