BPBD Lebak Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

  • 22 Jan 2026 16:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Provinsi Banten. Berdasarkan data BMKG, seluruh wilayah Banten kini telah memasuki puncak periode musim hujan pada dasarian III Januari 2026. Kondisi ini dipicu oleh aktifnya aliran massa udara serta fenomena La Nina lemah yang diprediksi bertahan hingga awal tahun ini.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Menurut prakiraan cuaca 10 harian, potensi hujan lebat akan terjadi secara merata di beberapa titik krusial. Wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi dua daerah yang mendapatkan perhatian khusus karena intensitas curah hujan yang tinggi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak, Sukanta menegaskan, kesiapsiagaan personel dan peralatan telah ditingkatkan di titik-titik rawan. "Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD agar tidak termakan isu hoaks terkait bencana," ujar Sukanta di Rangkasbitung, Kamis, 22 Januari 2026.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Lebak

Wilayah Lebak diprediksi akan diguyur hujan lebat di kecamatan Muncang, Sajira, Cipanas, hingga wilayah pesisir seperti Bayah. Tak hanya hujan, ancaman banjir pesisir atau ROB juga mengintai wilayah perairan selatan Lebak pada akhir Januari mendatang. Hal ini disebabkan oleh adanya pola tekanan rendah di perairan barat Sumatra yang memicu peningkatan ketinggian gelombang.

Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai, BPBD meminta agar debit air selalu dipantau secara berkala terutama saat hujan turun lebih dari tiga jam. "Pastikan saluran air tidak tersumbat dan segera mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi jika air mulai naik," ucap Sukanta.

Selain ancaman banjir, potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter diprediksi akan terjadi di Perairan Selatan Lebak dan Pandeglang. Para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut diminta untuk menunda aktivitas melaut jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Risiko keselamatan di laut menjadi prioritas utama mengingat kecepatan angin yang diprediksi akan meningkat secara tiba-tiba.

Baca juga: BPBD Lebak Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Khusus untuk para pengguna jalan, BPBD mengingatkan, hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang secara drastis bagi pengendara. Licinnya permukaan jalan dan potensi pohon tumbang di jalur perbukitan juga harus diantisipasi oleh warga yang melakukan perjalanan jauh. Disarankan agar masyarakat menghindari bepergian ke daerah rawan longsor selama cuaca ekstrem berlangsung.

Data yang dimiliki BPBD Lebak menunjukkan bahwa wilayah Banjarsari masuk dalam status Waspada dengan curah hujan mencapai 150-200 mm per dasarian. Sementara daerah tetangga seperti Pandeglang bahkan masuk ke dalam status Siaga di beberapa kecamatan. Hal ini menandakan bahwa ancaman bencana sangat nyata dan memerlukan koordinasi lintas sektor yang kuat.

"Kami tetap tenang, siaga, dan waspada dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi di lapangan," kata Sukanta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....