Olimpiade Geografi Nasional UGM 2026 Kembali Digelar

  • 16 Jan 2026 13:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Olimpiade Geografi Nasional yang juga dikenal dengan OLGENAS International Geolympiad kembali di gelar tahun 2026. Ini merupakan kompetisi olimpiade geografi yang diselenggarakan setiap tahun oleh Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM),Yogyakarta.

Olgenas International Geolympiad 2026 akan diselenggarakan selama lima hari mulai tanggal 19 hingga 23 Januari 2026 bertempat di Auditorium RAPI, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada secara luring dan disiarkan melalui kanal YouTube All Genius. Ajang ini menghadirkan sejumlah perlombaan yang dapat diikuti oleh peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan diikuti dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara di dunia.

”Ada perlombaan Outdoor Learning di hari pertama dan kedua lalu hari ketiga ada Geo Talk yang dimana ini merupakan salah satu sesi talk show yang dibagi menjadi dua sesi yakni untuk pembicara internasional dan juga pembicara nasional.Pada hari keempat akan ada lanjutan berbagai perlombaan dan di hari kelima untuk acara penutupan dan lombanya menyasar pelajar SMP dan SMA seperti tes multimedia, GCC ,presentasi-presentasi, dan writing test ( tes tertuilis)”,ujar Muhammad Febyan Rico Saputra selaku Staf Divisi Acara/ Subdivisi Krestif OLGENAS dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Yogyakarta pada Senin 13 Januari 2026.

Peserta lomba Olgenas mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu sekitar 130 tim untuk tingkat SMA dan dan 130 tim juga untuk tingkat SMP dimana satu tim terdiri dari dua orang pelajar. “ Tahun lalu tuh ada peserta luar negeri dari Bulgaria, Rusia, Malaysia, atau negara lain yang memiliki daya tarik lebih untuk ikut ajang ini bareng kita dan tahun ini ada peserta dari Rusia”,” ucap Rifaah At-Thahthawi hamzah selaku staf Divisi Humas /SubDivisi media patner OlGENAS yang juga menjadi narasumber pada Obrolan Sore Ceria Pro 2 Yogyakarta.

Tema Olgenas tahun ini adalah Geodiversity Strategies for Sustainable Communities yang berfokus pada bagaimana hidup harmonis dengan bencana dengan memanfaatkan sumber daya-sumber daya alam yang ada di sekitar kita. ”Geotalk sendiri akan fokus tentang Exploring Potential on the Ring of Fire di negara-negara yang dilewati oleh Ring of Fire atau cincin api pasifik berdasarkan dengan kegiatan-kegiatan pariwisata dan juga kegiatan-kegiatan yang melibatkan warisan-warisan alam seperti itu," kata Febyan.

Pembicara Internasional yang akan tampil adalah Yohei Batas, seorang Pakar Vulkanologi dan pembicara Nasional berasal dari aktivis Geopark dan Geowisata.Akan ada tiga sesi di mana pembicara internasional akan membahas tentang Ring of Fire itu dan juga ancaman-ancamannya, pembicara nasional disini akan membahas bagaimana masyarakat dan komunitas dalam mengelola pariwisata.

Mengusung konsep zero emission dan upaya meminimalkan sampah, seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi,mengurangi penggunaan sampah plastik bahkan sampah pun dibagi berdasarkan kategorinya. Panitia juga menyediakan fasilitas pengisian ulang air minum sebagai bagian dari edukasi nyata terkait isu perubahan iklim selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan Geolympiad ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kebencanaan yang saat ini marak terjadi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana edukasi mengenai mitigasi bencana, mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....