Tim UGM Ungkap Temuan Baru Fenomena Api Misterius di Seyegan
- 15 Jun 2026 00:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi atau PKPE Fakultas Teknik UGM menyampaikan hasil akhir penelitian terkait fenomena api misterius yang terjadi di sebuah rumah di Seyegan, Kabupaten Sleman. Berdasarkan serangkaian observasi yang dilakukan, tim peneliti UGM tidak menemukan adanya gas alam yang menjadi penyebab munculnya api.
Ketua Tim Peneliti PKPE FT UGM, Prof Alva Edi Tantowi menjelaskan bahwa sejak awal tim berfokus meneliti kemungkinan penyebab alami yang dapat memicu api menyala sendiri. Berbagai pengujian dilakukan, mulai dari pengukuran medan elektromagnetik, pemetaan bahwa permukaan menggunakan georadar dan geolistrik, hingga pengukuran kandungan gas di lokasi kejadian.
“Namun seiring berjalannya waktu, tim tidak menemukan bukti-bukti kuat bahwa api muncul secara alami atau dapat menyala karena pemantik elektromagnetik maupun menyala sendiri mengikuti kaidah self-ignotion,” ujar Alva, Sabtu, 13 Juni 2026.
Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan anomali termal di sekitar lokasi. Selain itu, medan elektromagnetik juga terukur pada level aman yang berarti bukan pemantik nyala api.
Tim peneliti UGM juga menyimpulkan sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan tanah atau lantai, serta tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami pada suhu kamar.
Sementara itu, anggota tim peneliti PKPE FT UGM dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan, Prof Sarju Winardi mengatakan, penelitian lanjutan menggunakan metode FTIR menemukan adanya residu poly vinyl chloride atau pvc pada sejumlah sampel yang diambil dari lokasi kebakaran. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting bahwa sumber api dipastikan bukan berasal dari gas alam.
“Prinsipnya kami selesai pada tahap menemukan sumber dari api, sekali lagi bukan gas alami, tetapi ada satu materi substans yang ditemukan sebagai residu di tempat terbakarnya itu, yaitu residu poly vinyl chloride atau pvc,” kata Sarju.
Lebih lanjut, Sarju menjelaskan bahwa residu pvc yang ditemukan diduga berasal dari suatu campuran yang mengandung pelarut (solvent). Pelarut inilah yang mudah menguap dan terbakar jika terkena pemantik.
“Jadi materi ini awalnya adalah sesuatu yang sifatnya bercampur dengan sesuatu pelarut, solvent. Nah, pelarutan inilah yang kemudian lepas dan menghasilkan api,” ujarnya.
Dengan kesimpulan tersebut, tim PKPE FT UGM menyatakan bahwa penelitian mengenai fenomena api misterius telah selesai. Selanjutnya, hasil temuan tersebut akan disampaikan kepada BPBD Sleman untuk ditindaklanjuti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....