Pengajian Ramadan Ajak Siswa SMAN 1 Sigaluh Introspeksi Diri

  • 16 Mar 2026 08:11 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara: Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan menjadi momen bagi umat Muslim untuk memperbanyak amal ibadah. Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan, banyak umat Islam berlomba-lomba melakukan kebaikan demi meraih rida Allah SWT.

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci tersebut, SMA Negeri 1 Sigaluh, Jumat 13 Maret 2026 mengadakan kegiatan pengajian Ramadan dengan tema “Ramadan Bulan Suci Ramadan, Mari Menata Hati dan Memperbaiki Diri untuk Meraih Rida Ilahi.” Kegiatan ini digelar di Indoor SMA N 1 Sigaluh dan diikuti oleh seluruh siswa.

Pada kesempatan tersebut, pengajian menghadirkan Wakil Direktur Ponpes Sabilurosyad Wanadadi Ustad Riki Bimantoro sebagai narasumber. Dalam tausiahnya, Ustad Riki mengangkat tema tentang motivasi hidup dan pentingnya menjalani ibadah yang berkualitas, dengan menekankan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Ustaz Riki menyampaikan materi yang lebih mendalam mengenai hubungan manusia dengan dunia dan akhirat. Seluruh siswa tampak mendengarkan tausiah dengan seksama. Suasana di Indoor SMA N 1 Sigaluh terasa khidmat. Gaya penyampaian Ustaz Riki yang tegas membuat para siswa tersentuh dan merasa seolah mendapat “tamparan” untuk lebih introspeksi diri.

Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru. “Jangan sekali-kali kalian menyakiti hati orang tua kalian, karena kesuksesan kalian ada pada doa mereka. Dan hargai guru kalian, karena tanpa mereka kalian tidak akan menjadi apa-apa,” pesan Ustad Riki.

Para siswa pun menjawab dengan penuh semangat bahwa mereka akan berusaha menerapkan nasihat tersebut dalam kehidupan nyata. Di akhir ceramahnya, Ustad Riki kembali menegaskan pesan penting kepada para siswa.

“Rida Allah ada pada rida orang tua,” tandas Riki.

Kepala SMA Negeri 1 Sigaluh, Linovia Karmelita, dalam sambutannya memberikan pesan kepada para siswa agar tausiah yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak hebat ibu Jadikan pengajian ini sebagai pedoman untuk hidup kalian nanti,” ungkap Linovia dengan tegas.

Kalimat tersebut menjadi penutup yang menyentuh hati para peserta pengajian. Gemuruh tepuk tangan pun menggema di seluruh ruangan Indoor SMA N 1 Sigaluh.

Salah satu siswa, Anissa Amalia dari kelas X-8, mengungkapkan kesannya terhadap pengajian tersebut. “Pengajian ini sangat menampar, karena tanpa sadar kita semua pernah melukai hati orang tua,” ujarnya. (Zalfa Izzati Oktifani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....