Proses Turunnya Al-Qur’an pada Malam Lailatul Qadr
- 14 Mar 2026 23:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Para ulama tafsir menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Penjelasan ini menjadi bagian penting dalam memahami sejarah penurunan wahyu dalam Islam.
Menurut penjelasan Al-Tabari dalam kitab Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an, Al-Qur’an pertama kali diturunkan secara keseluruhan. Peristiwa tersebut berlangsung dari Lauh Mahfuz ke langit dunia pada malam kemuliaan di bulan Ramadan.
| Baca juga: Ramadan Bulan Ampunan dan Sumber Kebahagiaan |
Hal ini disampaikan oleh akademisi UIN Antasari, Ustaz Najib Irsyadi, M.Hum. Ustaz Najib menyampaikannya dalam acara Nur Ramadan di Pro 1 RRI Banjarmasin pada Senin, 9 Maret 2026.
Setelah itu, wahyu tidak langsung diturunkan sekaligus kepada Nabi Muhammad. Prosesnya dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi.
| Baca juga: Puasa, Bermanfaat Untungkan Diri Sendiri |
“Setelah itu, wahyu diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad selama kurang lebih 23 tahun,” ujarnya. Proses ini menunjukkan adanya keterkaitan antara wahyu dengan dinamika kehidupan umat saat itu.
Najib juga menegaskan bahwa hal tersebut diperkuat dalam firman Allah pada QS. Al-Qadr ayat 1. Arti dalam ayat tersebut menyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam kemuliaan atau Lailatul Qadr.
Selain itu, dalam tafsir Mafatih al-Ghayb, Fakhruddin al-Razi menjelaskan keistimewaan malam tersebut. Ia menyebutkan bahwa Lailatul Qadr menjadi malam mulia karena menjadi awal turunnya wahyu yang membawa perubahan besar bagi kehidupan manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....