Hidup Lebih Mulia dengan Al-Qur'an

  • 10 Mar 2026 17:07 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Memasuki fase 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan 1447 H, Forum Ramadhan RRI Makassar menghadirkan Ustaz Kadri, S.Ag sebagai narasumber pada Selasa, 10 Maret 2026. Bertempat di Masjid Al-Muawanah RRI Makassar, kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui Pro 1 dan Pro 4 RRI Makassar dengan mengangkat tema sentral Hidup Lebih Mulia dengan Al-Qur'an.

Dalam tausiyahnya di hari ke-20 Ramadhan ini, Ustaz Kadri menekankan pentingnya memaksimalkan 10 malam terakhir, yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar. Beliau meluruskan pemahaman masyarakat mengenai proses turunnya Al-Qur'an yang kerap menjadi pertanyaan apakah turun sekaligus atau berangsur-angsur?

Ustaz Kadri menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan melalui dua fase utama Fase Pertama: Al-Qur'an diturunkan secara utuh 30 juz (114 surah) dari langit ketujuh ke Baitul Izzah (langit dunia) tepat pada malam Lailatul Qadar. Fase Kedua, Al-Qur'an diturunkan dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun sesuai dengan peristiwa yang melatarbelakanginya.

Menjawab rasa penasaran jamaah mengenai tanggal pasti Lailatul Qadar, Ustaz Kadri menganalogikannya dengan pemberian hadiah tanpa jadwal pasti. "Allah sengaja merahasiakan tanggal pastinya agar kita tidak malas. Jika kita tahu Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23 saja, maka orang hanya akan beribadah di malam itu. Dengan dirahasiakan, Allah ingin kita istiqomah beribadah di sepanjang 10 malam terakhir," jelasnya.

Beliau juga menyentil fenomena shaf yang semakin maju atau berkurangnya jamaah di akhir Ramadhan. Menurutnya, seharusnya menjelang akhir bulan suci, semangat ibadah justru harus semakin meningkat, bukan malah surut karena kesibukan duniawi. Sebagai amalan utama, Ustaz Kadri mengajak jamaah untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur'an. Beliau memberikan motivasi bagi mereka yang belum lancar membaca.

"Bagi yang masih terbata-bata, jangan berhenti. Justru pahalanya lebih banyak karena ada unsur perjuangan di sana. Namun, jangan sengaja tidak mau lancar demi pahala lebih, itu namanya malas belajar," Ucap Ustadz Kadri di hadapan jamah.

Ia menutup ceramahnya dengan mengingatkan bahwa Al-Qur'an sangat presisi. Perbedaan satu huruf atau makhraj saja dapat mengubah makna secara total, sehingga mempelajarinya dengan benar adalah bentuk memuliakan firman Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....