Nuzulul Qur’an Momentum Umat Muslim Memahami dan Mengamalkan Al-Quran

  • 10 Mar 2026 11:03 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Imam besar Masjid Jami'atus Sholihin Kota Baubau, Ustaz Lalu Suharja Hambali mengajak umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan, tidak hanya dibaca tetapi juga dipahami dan diamalkan.

Hal tersebut disampaikan saat membawakan hikmah Nuzulul Qur’an pada peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah tingkat Kota Baubau, Senin, 9 Maret 2026 malam.

Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci yang memiliki keistimewaan dibandingkan kitab-kitab sebelumnya. Salah satu keutamaannya adalah proses penjagaannya yang langsung dijamin oleh Allah SWT.

Menurutnya, dalam sejarah umat terdahulu, kitab-kitab suci diturunkan kepada para nabi dan dijaga oleh umatnya. Namun seiring perjalanan waktu, sebagian di antaranya mengalami perubahan. Berbeda dengan Al-Qur’an yang tetap terjaga kemurniannya hingga saat ini.

“Al-Qur’an dijaga langsung oleh Allah SWT. Karena itu sampai hari ini kita masih dapat membaca ayat-ayatnya sebagaimana yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Rasulullah SAW melalui Malaikat Jibril. Proses tersebut berlangsung selama lebih dari dua dekade agar umat Islam lebih mudah memahami dan mengamalkan isi kandungannya.

“Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur agar umat Nabi Muhammad SAW dapat membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan,” jelasnya.

Suasana Masjid Jami'atus Sholihin Saat Malam Peringatan Nuzulul Qur'an, Senin, 9 Maret 2026 (Foto: RRI/Arul)

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Lalu Suharja Hambali menekankan bahwa mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW adalah Al-Qur’an, karena kitab suci tersebut mampu mengubah kehidupan manusia dan memperbaiki hati.

Ia menyebutkan bahwa berbagai mukjizat para nabi sebelumnya bersifat kasat mata, namun Al-Qur’an memiliki kekuatan yang lebih mendalam karena mampu menyentuh hati dan mengubah perilaku manusia.

“Al-Qur’an adalah mukjizat yang dapat mengubah kehidupan manusia. Ia mampu memperbaiki hati dan menjadikan manusia lebih baik,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan umat Islam agar tidak hanya memperingati Nuzulul Qur’an setiap tahun sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi menjadikannya momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kebiasaan membaca Al-Qur’an selama bulan Ramadan, sekaligus berusaha memahami dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Ramadan berlalu, tetapi kita belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik atau bahkan belum menyelesaikan satu juz pun. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Melalui peringatan Nuzulul Qur’an, ia berharap umat Islam semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai sumber petunjuk dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....