I’tikaf di Masjid pada 10 Hari Terakhir Ramadan: Tradisi dan Manfaat Spiritual

  • 10 Mar 2026 08:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, banyak umat Islam memanfaatkan waktu untuk meningkatkan ibadah di masjid. Salah satu amalan yang kerap dilakukan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT. Tradisi ini menjadi bagian dari upaya umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Tuhan pada penghujung bulan suci.

I’tikaf bukan sekadar aktivitas berdiam di masjid, tetapi juga diisi dengan berbagai ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Momentum ini sering dimanfaatkan untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperbanyak amal saleh. Banyak umat Islam berharap melalui i’tikaf mereka dapat meraih keberkahan pada malam-malam terakhir Ramadan.

Melansir laman NU Online, i’tikaf merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Rasulullah SAW diketahui selalu melaksanakan i’tikaf pada periode tersebut sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah. Praktik ini juga menjadi bagian dari upaya mencari malam Lailatul Qadar yang diyakini memiliki keutamaan luar biasa.

Dalam tradisi Islam, i’tikaf juga memiliki makna spiritual yang mendalam karena memberikan ruang bagi seseorang untuk lebih fokus dalam beribadah. Dengan menjauhkan diri sejenak dari aktivitas duniawi, seseorang dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Keheningan masjid membantu menumbuhkan ketenangan hati serta meningkatkan kualitas ibadah.

Selain manfaat spiritual, i’tikaf juga menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan dan kesederhanaan. Selama berada di masjid, seseorang belajar mengatur waktu antara ibadah, istirahat, dan kegiatan keagamaan lainnya. Kebiasaan ini juga membantu membangun kebiasaan positif yang dapat dilanjutkan setelah Ramadan berakhir.

Di berbagai daerah di Indonesia, i’tikaf juga berkembang menjadi tradisi keagamaan yang mempererat kebersamaan umat. Banyak masjid menyediakan fasilitas sederhana bagi jamaah yang ingin bermalam dan beribadah bersama. Suasana kebersamaan ini menambah semangat umat Islam dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan.

NU Online menjelaskan bahwa i’tikaf tidak harus dilakukan sepanjang hari, tetapi dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengisi waktu dengan ibadah. Dengan menjalankan i’tikaf, umat Islam diharapkan dapat memperoleh ketenangan batin sekaligus meningkatkan kualitas spiritual di penghujung Ramadan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....