PDM Makassar Gelar Pengajian Ramadan
- 09 Mar 2026 18:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar menggelar Pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti unsur pimpinan Muhammadiyah, majelis, lembaga, dan organisasi otonom tingkat kota. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada di Pusat Dakwah Islamiyah Muhammadiyah (Pusdim) Makassar.l, Sabtu, 7 Maret 2026.
Pengajian Ramadan ini menghadirkan sejumlah narasumber untuk membahas berbagai tema penting, mulai dari penguatan tauhid, akhlak dalam berorganisasi, hingga pengembangan cabang dan ranting Muhammadiyah. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi organisasi bagi para pimpinan Muhammadiyah di Kota Makassar.
Ketua PDM Makassar, K.H. Muh. Said Abd. Shamad, menegaskan bahwa pengajian Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen ideologis serta memperkokoh gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat daerah.
“Pengajian Ramadan ini menjadi sarana untuk memperkuat marwah tauhid sekaligus memperteguh komitmen kita dalam menjalankan amanah organisasi Muhammadiyah,” ujar Said Abd. Shamad dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi bagi pimpinan Muhammadiyah agar tetap menjaga nilai-nilai keislaman dalam menjalankan aktivitas organisasi. Menurutnya, penguatan ideologi harus berjalan seiring dengan penguatan tata kelola organisasi agar dakwah Muhammadiyah semakin efektif di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Gagaring Pagalung, menyampaikan apresiasi kepada PDM Makassar atas penyelenggaraan kegiatan Pengajian Ramadan 1447 Hijriah tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah penguatan dan pencerahan bagi para kader Muhammadiyah.
“Pengajian ini merupakan program kita pada bulan Ramadan, mulai tingkat pusat, wilayah, hingga daerah. Inilah sesungguhnya gerakan dakwah kita yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Prof. Gagaring juga mengajak para pengurus dan kader Muhammadiyah untuk mengukur kedalaman identitas mereka sebagai bagian dari persyarikatan. Menurutnya, identitas kader Muhammadiyah dapat terlihat dari respons spiritual dan emosional ketika berhadapan dengan simbol-simbol organisasi Muhammadiyah.
“Ukuran seorang kader Muhammadiyah bisa dilihat dari bagaimana respons spiritual dan emosionalnya ketika berhadapan dengan simbol-simbol Muhammadiyah,” kata Gagaring dalam sambutannya.
Pengajian Ramadan tersebut menghadirkan sejumlah materi yang disampaikan dalam beberapa sesi. Pada sesi pertama, materi bertajuk “Menjaga Marwah Tauhid dan Implementasinya dalam Kehidupan” disampaikan oleh K.H. Said Abdul Samad, Lc., dan K.H. Sudirman, S.Ag.
Pada sesi berikutnya, para peserta mengikuti diskusi mengenai manajemen organisasi dan akhlak bermuhammadiyah. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Ahmad AC, SE., MM, Dr. H. Ramli Haba, MH, serta Dr. H. Kamaruddin Moha dan Dr. Agus M.Pd.
Selain itu, para narasumber juga menyoroti pentingnya membangun budaya organisasi yang sehat. Mereka menilai penguatan akhlak bermuhammadiyah akan berdampak langsung pada efektivitas program dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Sesi terakhir pengajian membahas pengembangan cabang dan ranting serta upaya memakmurkan masjid. Materi ini disampaikan oleh Drs. Chairuddin Hakim, M.Pd., Abdul Haris, S.Ag., M.Pd., dan Abdul Munir, M.Pd.I.
Kegiatan Pengajian Ramadan tersebut diikuti sekitar 165 peserta yang berasal dari unsur pimpinan daerah Muhammadiyah, majelis dan lembaga, organisasi otonom, serta pimpinan cabang Muhammadiyah se-Kota Makassar. Melalui kegiatan ini, PDM Makassar berharap pengajian Ramadan tidak hanya menjadi forum keilmuan, tetapi juga memperkuat sinergi antarunsur organisasi dalam menjalankan dakwah Islam berkemajuan di Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....