Safari Ramadhan di Pangkep, FORKEIS UIN Makassar Hadirkan Da'wah Edukasi Umat

  • 06 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) UIN Alauddin Makassar, saat ini melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Desa Kassiloe Kabupaten Pangkep. Kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 4 Maret 2026 sampai tanggal 8 Maret 2026.

Direktur Eksekutif FORKEIS UIN Alauddin Makassar Ryaas Syahputra kepada RRI, Jumat 6 Maret 2026 mengatakan, Safari Ramadan ini sudah menjadi program rutin Forkeis UIN Makassar. “Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin, dan Alhamdulillah respon baik diberikan oleh masyarakat atas kedatangan kami dan memberikan kesempatan dan ruang dalam menjalankan rancangan kami selama kegiatan safari ramadhan 1447 H,” jelasnya.

Riyaas Syahputra mengatakan, kegiatan Safari Ramadan ini sudah menjadi bagian dari komitmen FORKEIS dalam menghadirkan dakwah yang kontekstual serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Dengan mengusung semangat perubahan, Safari Ramadhan diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai syari’ah dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat.

Safari Ramadhan ini lanjut Riyaas, juga merupakan ruang pengabdian sekaligus pembelajaran bagi pengurus dan anggota FORKEIS UIN Makassar. Sehingga kehadiran FORKEIS di Desa Kassiloe bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa semangat perubahan sebagaimana tema yang diusung, menghidupkan nilai-nilai syari’ah di tengah Masyarakat.

Rangkaian kegiatan Safari Ramadhan FORKEIS UIN Makassar, diisi dengan berbagai agenda edukatif dan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan ini, FORKEIS berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjadikan Ramadhan sebagai spirit perubahan yang nyata dan berdampak.

Sementara itu Kepala Desa Kassiloe, Suriadi, S.SH, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Safari Ramadan yang dilakukan mahasiswa UNI Makassar yang tergabung dalam FORKEIS. Karena itu ia berharap kepada para Kepala Dusun, Pengurus Masjid, dan seluruh masyarakat agar dapat memberikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung.

“ Adik-adik mahasiswa ini memiliki banyak potensi yang bisa mereka kontribusikan, seperti menjadi imam, mengisi ceramah, kultum subuh, maupun membantu kegiatan. Ini sangat diperlukan untuk membantu memberikan pencerahan kepada kita semua,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....