Mahasiswa Asal Pasangkayu Rasakan Suasana Ramadan Berbeda di Selandia Baru
- 08 Mar 2026 10:00 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Muhammad Akram, mahasiswa asal Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang saat ini tinggal di Auckland, Selandia Baru, merasakan perbedaan signifikan suasana Ramadan di negara minoritas muslim dibandingkan dengan Indonesia.
Akram telah tinggal di Selandia Baru selama sekitar tiga tahun. Ia datang pada akhir tahun 2023 dengan visa belajar untuk melanjutkan pendidikan S2 dan menyelesaikan studinya pada Maret 2025. Saat ini ia bekerja full time sebagai guest relation supervisor di sebuah hotel di Auckland.
Menurut Akram, setidaknya ada tiga perbedaan utama suasana Ramadan yang ia rasakan.
"Yang satu adalah suasananya. Kalau di Mamuju sejak sore orang sudah ramai untuk cari takjil. Yang kedua, suara azan berkumandang di setiap masjid. Yang ketiga dan yang paling penting adalah buka bersama teman-teman, teman kerja ataupun keluarga," ujar Akram saat diwawancarai RRI, Rabu 4 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa sebagai negara minoritas muslim, suasana Ramadan di Selandia Baru tidak terasa seperti di Indonesia.
"Di New Zealand sebagai negara minoritas muslim, suasana Ramadan itu tidak terasa seperti apa yang kita rasakan di Indonesia," ungkapnya.
Akram mengaku sangat merindukan kebersamaan dengan keluarga di kampung halaman, terutama di momen Ramadan seperti sekarang. Biasanya ia selalu melakukan sahur bersama, buka bersama, hingga jalan-jalan subuh dan sore bersama keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....