Bangun Komunikasi Keluarga Harmonis di Bulan Ramadhan

  • 05 Mar 2026 10:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya: Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga melalui komunikasi yang lebih hangat dan bermakna. Di tengah kesibukan dan derasnya arus digitalisasi, pertemuan saat sahur dan berbuka puasa dinilai sebagai ruang terbaik untuk membangun kembali kedekatan emosional dalam keluarga.

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kemenag Kota Surabaya, Ustadzah Ninis Hidayati menegaskan bahwa komunikasi merupakan fondasi utama keharmonisan rumah tangga. “Keluarga harmonis tidak hadir begitu saja. Ia dibangun melalui proses panjang, saling memahami, dan komunikasi yang dilakukan dengan adab serta kelembutan,” ujarnya. Kamis,5 Maret 2026.

Menurutnya, Ramadhan adalah faktor eksternal yang Allah hadirkan untuk membantu keluarga menguatkan relasi. Waktu makan yang seragam saat sahur dan berbuka secara tidak langsung “memaksa” seluruh anggota keluarga berkumpul dalam satu ruang dan waktu yang sama. Momen ini bukan sekadar aktivitas makan bersama, melainkan kesempatan untuk berdialog, bermusyawarah, dan saling mendengar dengan tulus.

Dirinya mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 159 tentang pentingnya sikap lemah lembut dan musyawarah dalam menyelesaikan urusan. “Ayat tersebut mengajarkan bahwa kelembutan dan saling memaafkan adalah kunci agar orang-orang tidak menjauh. Prinsip ini sangat relevan diterapkan dalam komunikasi keluarga,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar meja makan tidak dipenuhi kesunyian karena masing-masing sibuk dengan gawai. Kehadiran fisik saja tidak cukup tanpa keterlibatan emosi dan perhatian penuh. “Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang hadir sepenuhnya mau mendengar, memahami, dan memberi ruang bagi anak untuk bercerita dengan jujur,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Ustadzah Ninis mengajak keluarga muslim menjadikan Ramadhan sebagai ajang membangun tradisi komunikasi efektif. Perbedaan pendapat bukanlah ancaman, selama disampaikan dengan adab yang tepat dan berorientasi pada kepentingan bersama. Dengan begitu, suasana religius Ramadhan dapat menjadi nutrisi berkelanjutan bagi terjaganya harmoni keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....