Ramadan di Balik Bar Kedai Kopi Penuh Tantangan dan Makna
- 04 Mar 2026 19:53 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Ramadan menghadirkan cerita unik bagi Ibel, seorang barista sekaligus penyiar radio yang akrab disapa “barista caster”. Baginya, bulan suci bukan hanya tentang memperbanyak ibadah, tetapi juga tentang menyesuaikan ritme kerja di dua dunia yang berbeda, kedai kopi dan studio siaran.
Ibel membagikan kisahnya dalam acara Ramadan Bercerita yang disiarkan di RRI Pro 2 Medan FM 92.4, Selasa, 3 Maret 2026.
Di balik bar kedai kopi, perubahan paling terasa selama Ramadan adalah jam operasional. Ibel mengatakan, kedai biasanya buka lebih sore untuk menyesuaikan kebiasaan pelanggan.
“Kalau Ramadan, biasanya buka lebih sore, sekitar setengah enam atau jam enam. Biar efektif juga, karena siang relatif sepi,” kata Ibel.
Selain penyesuaian waktu, tantangan terbesar sebagai barista saat berpuasa adalah menahan haus. Menurutnya, aktivitas meracik kopi membuat tenggorokan terasa semakin kering.
“Kalau lapar masih bisa ditahan, tapi haus itu yang paling terasa, apalagi harus racik kopi terus,” ujar Ibel.
Meski belum menemukan momen pelanggan yang benar-benar menyentuh selama Ramadan, Ibel justru lebih sering menjumpai cerita-cerita unik yang mengundang tawa.
“Kebanyakan pelanggan malah cerita lucu dan aneh. Jadi ketawanya lebih banyak,” ucap Ibel.
Menariknya, saat diminta mengibaratkan Ramadan sebagai jenis kopi, Ibel memilih robusta. Baginya, robusta memiliki karakter kuat, namun tidak semua orang bisa menikmatinya.
“Robusta itu kuat, strong. Tapi nggak semua orang bisa menikmatinya. Sama seperti Ramadan, kuat dijalani, tapi nggak semua orang benar-benar siap dan menghargainya,” ujar Ibel.
Bagi Ibel, Ramadan adalah momen untuk memperkuat diri seperti secangkir kopi yang terasa pahit, tetapi justru memberi kekuatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....