Rahasia Rahmat di Balik Lelahnya Pertengahan Ramadan

  • 01 Mar 2026 21:09 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Ramadan di Indonesia memang unik dengan tradisi ngabuburit dan "war takjil," namun di balik keramaian sosial itu, terdapat tantangan batiniah saat memasuki fase sepuluh hari kedua. Fase ini dikenal sebagai fase Maghfirah atau ampunan, di mana Allah justru sedang "mengobral" rahmat-Nya saat hamba-Nya mulai merasa oleng dan lelah.

BACA JUAG: Difase Pertengahan Ramadan, Umat Muslim Diingatkan Jaga Konsistensi Ibadah

BACA JUGA: Razia Ramadan Satpol PP Bangkalan Tegur Belasan Warung Makan

Latifatun Nahdliyah, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sampang mengingatkan bahwa rasa bersalah yang muncul ketika semangat turun sebenarnya adalah tanda masih adanya iman di dalam hati.

BACA JUGA: Polres Bangkalan Dalami Dugaan Perjudian Balap Lari Jalan Raya⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

“Menariknya, kehadiran saudara seiman di masjid dapat menjadi manifestasi rahmat Allah yang nyata untuk membakar kembali semangat yang mulai padam,” ungkapnya kepada RRI, Minggu, 1 Maret 2026.

Dukungan sosial dan budaya lokal di Indonesia disebut sebagai faktor pendukung yang memudahkan seseorang untuk tetap istiqomah. Dengan melihat orang lain tetap konsisten pergi ke masjid, seseorang bisa termotivasi untuk memperbaiki niat dan kembali mengejar keberkahan di bulan Al-Quran ini.

Di akhir, ia memberikan empat tips praktis untuk menjaga api semangat hingga akhir Ramadan yakni turunkan target namun tetap komitmen, perbaiki niat setiap hari, perbanyak doa, dan ingat tujuan akhir menjadi hamba yang bertakwa. Ramadan bukanlah bulan tekanan, melainkan sekolah yang puncaknya adalah kelulusan di hari Idul Fitri. Langkah yang lambat namun bermakna lebih baik daripada langkah cepat di awal namun berhenti di tengah jalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....