BPOM Mamuju Perketat Pengawasan Takjil Ramadan
- 27 Feb 2026 00:13 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Perburuan takjil berbahaya menyasar Pusat Takjil Pasar Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis 26 Februari 2026. Tim dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM ) Mamuju turun langsung bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan setempat untuk menutup celah peredaran pangan berisiko selama Ramadan.
Pemeriksaan dilakukan sistematis. Petugas mengawali dengan uji organoleptik, menilai warna, bau, rasa, dan tekstur makanan. Produk yang tampak janggal kemudian diuji cepat di lokasi menggunakan rapid test kit. Sebanyak 18 sampel takjil dari berbagai lapak diperiksa.
Fokus pengujian mencakup empat zat berbahaya yang kerap ditemukan pada pangan bermasalah, yakni formalin dan boraks sebagai pengawet, serta Rhodamin B dan Methanyl Yellow sebagai pewarna industri. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif.
Ahli Muda Balai POM Mamuju, Adrianto Agus, menegaskan hasil pemeriksaan menunjukkan takjil yang dijual aman dari bahan terlarang.
“Alhamdulillah, dari 18 sampel takjil yang kami uji menggunakan rapid test kit, semuanya negatif. Tidak ditemukan adanya kandungan formalin, boraks, Rhodamin B, maupun Methanyl Yellow,” ujarnya kepada RRI 27 Februari 2026.
Meski hasilnya menggembirakan, pengawasan tidak berhenti. Adrianto menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan berkala sepanjang Ramadan.
“Pengawasan akan terus kami lakukan, terutama saat permintaan meningkat. Kami ingin memastikan masyarakat tetap aman dalam mengonsumsi takjil,” katanya.
Sehari sebelumnya, pengawasan serupa juga dilakukan di Kabupaten Majene sebagai bagian dari langkah preventif selama bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....