FORMIGG–MUI Mimika Gelar Refreshing Da’i jelang Ramadhan 1447 H

  • 17 Feb 2026 21:59 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,MIMIKA— Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pengurus Forum Muballigh, Imam dan Guru Ngaji (FORMIGG) Kabupaten Mimika bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika menggelar kegiatan Refreshing Da’i bertema “Silaturahmi Da’i Membumikan Harmoni Ramadhan”, Minggu 15 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula MI At-Taqwa, Kabupaten Mimika, dan diikuti oleh para da’i, muballigh, imam masjid, serta tokoh-tokoh Islam se-Kabupaten Mimika.

Ketua FORMIGG Kabupaten Mimika, Drs. H. Muh. Darwis, M.Ikom, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menyucikan hati menjelang Ramadhan.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai upaya mempererat silaturahmi para da’i serta membangun harmoni umat di Kabupaten Mimika menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Kita ingin memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan semangat dakwah yang sejuk,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran da’i dalam menjaga persatuan umat, khususnya di tengah dinamika sosial dan politik. Menurutnya, para da’i diharapkan tidak terjebak dalam polarisasi yang dapat memecah belah umat.

“Saya mengajak para da’i untuk menghentikan pembicaraan yang berpotensi memecah belah umat, termasuk isu-isu politik praktis. Polarisasi sangat berbahaya bagi kehidupan umat Islam. Tugas kita adalah membangun silaturahmi, bukan memperlebar perbedaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Mimika, KH. Muh Amin AR, S.Ag, S.Pd, M.M, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa para da’i perlu memahami politik, namun tidak terlibat langsung dalam politik praktis.

“Da’i harus mengerti politik agar tidak dipolitisasi. Namun menggunakan mimbar dakwah dan sarana ibadah untuk kepentingan politik praktis itu tidak dibenarkan. Dakwah harus tetap menjadi sarana pemersatu umat,” ujarnya.

KH. Muh Amin juga mengajak seluruh da’i untuk menunggu dan menghormati keputusan pemerintah terkait penetapan awal Ramadhan, guna menghindari perbedaan di tengah masyarakat.

“Penetapan pemerintah harus kita ikuti karena keputusan itu menghilangkan perbedaan. Jangan berdebat soal awal Ramadhan, tunggu saja pengumuman resmi pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dakwah yang mencerminkan nilai keharmonisan, sejalan dengan predikat Kabupaten Mimika sebagai daerah yang menerima Harmony Award sebagai wilayah terharmonis di Tanah Papua.

“Materi dakwah hendaknya menyejukkan, mencerminkan harmoni, dan tidak menimbulkan perdebatan di tengah umat. Kita para da’i di Mimika adalah yang terbaik karena kita hidup dan membersamai umat sepanjang tahun,” katanya.

Dalam kegiatan Refreshing Da’i tersebut juga disampaikan materi-materi penguatan spiritual, kepemimpinan, manajemen dakwah, serta pentingnya kesatuan tema dakwah selama bulan Ramadhan agar pesan yang disampaikan kepada umat berjalan seirama dan terarah.

Melalui kegiatan ini, FORMIGG dan MUI Kabupaten Mimika berharap para da’i semakin siap menjalankan tugas dakwah Ramadhan dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan, dan semangat menjaga persatuan umat Islam di Kabupaten Mimika. (SAN)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....