Persiapan Syakban Tentukan Kualitas Ramadan
- 12 Feb 2026 16:53 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Umat Islam diimbau memperkuat literasi fikih dan mempersiapkan diri secara spiritual di penghujung Syakban guna meraih kualitas ibadah Ramadan yang optimal. Persiapan yang matang menjadi kunci agar ritme ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan yang kehilangan esensi transendental.
Dalam siaran Tablig Udara RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 11 Februari 2026, Ustaz Djohansyah menegaskan bahwa pemahaman ilmu merupakan fondasi utama sebelum memasuki bulan suci. Ia menilai masih banyak masyarakat yang terjebak pada euforia ibadah sunah, tetapi mengabaikan amalan wajib yang memiliki bobot pahala lebih besar.
“Sering kali jemaah mengejar tarawih, tetapi meninggalkan salat sunah rawatib, padahal pahala rawatib sangat besar,” ujarnya. “Jangan sampai semangat ibadah minim ilmu sehingga skala prioritasnya terbalik.”
Selain penguatan ilmu, ia menekankan pentingnya tobat nasuha di sisa bulan Syakban. Pembersihan jiwa melalui istigfar dinilai akan memudahkan seorang hamba dalam menjalankan ketaatan selama Ramadan.
Lebih lanjut, Ustaz Djohansyah mengingatkan bahwa Rasulullah saw. memberi teladan dengan memperbanyak puasa sunah di bulan Syakban. Hal itu menjadi bentuk persiapan fisik dan mental agar tubuh tidak terkejut saat menjalankan kewajiban puasa secara penuh di bulan Ramadan.
Aspek sosial juga menjadi perhatian. Menjaga lisan dari ghibah dan perilaku tercela, menurutnya, harus dimulai sejak dini. Ketenangan batin yang terbangun sejak Syakban akan berdampak langsung pada ketahanan spiritual saat menghadapi ujian lapar dan dahaga.
Ia pun mengajak masyarakat menetapkan target ibadah yang realistis, seperti mengkhatamkan Al-Qur’an atau setidaknya meningkatkan intensitas interaksi dengan kitab suci. Persiapan yang terukur sejak Syakban diyakini akan melahirkan pribadi yang lebih bertakwa, sesuai tujuan utama disyariatkannya puasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....