Samuel Wattimena: Nobar Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi UMKM

  • 20 Jul 2026 04:44 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena menyatakan kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 dapat menggerakkan perekonomian UMKM secara signifikan.
  • Mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar pada acara nobar membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk hadir langsung dan menjual produknya.
  • Strategi melibatkan UMKM secara langsung dalam kegiatan nobar dianggap lebih efektif dibandingkan panitia menyediakan konsumsi sendiri.

RRI.CO.ID, Semarang: Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena menilai kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Samuel saat menggelar Nonton Bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Lapangan Miroto, Kota Semarang, Senin, 20 Juli 2026.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola menjadi peluang untuk menghadirkan UMKM secara langsung di lokasi kegiatan. "Ketika kita mengumpulkan masyarakat dalam jumlah besar, lebih baik pelaku UMKM hadir langsung daripada panitia yang menyediakan konsumsi sendiri," ujarnya.

Samuel menjelaskan, konsep tersebut dinilai lebih efektif sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada para pedagang. Selain menghemat biaya penyelenggaraan, masyarakat juga memiliki lebih banyak pilihan kuliner selama mengikuti kegiatan nobar.

Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat muncul gagasan menghadirkan UMKM yang menjual garmen atau kaos bertema sepak bola. Namun, rencana itu tidak dapat direalisasikan karena keterbatasan lisensi penayangan yang dimiliki TVRI dari FIFA.

"Lisensi yang dimiliki TVRI hanya untuk penayangan pertandingan. Penjualan produk dengan identitas resmi Piala Dunia tidak diperbolehkan," katanya.

Sebagai mitra kerja TVRI di Komisi VII DPR RI, Samuel mengatakan kegiatan nobar merupakan salah satu bentuk aspirasi yang diberikan kepada masyarakat. Selain mendukung pemberdayaan UMKM, Samuel juga menyoroti pentingnya pemerataan akses siaran televisi nasional.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah daerah di Indonesia yang menghadapi kendala infrastruktur, terutama kualitas sinyal. "Di Semarang kita cukup diuntungkan dengan jaringan yang baik, tetapi di sejumlah daerah lain, termasuk sebagian wilayah Sumatera Utara, persoalan sinyal masih menjadi tantangan," ucapnya.

Ia menambahkan, Komisi VII DPR RI memahami keterbatasan anggaran yang dimiliki TVRI dalam memperluas jangkauan siaran. Meski demikian, pihaknya akan terus mendorong peningkatan infrastruktur penyiaran agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati layanan televisi nasional secara merata.

Menurut Samuel, keberadaan siaran nasional tidak hanya penting untuk tayangan olahraga, tetapi juga sebagai media penyebarluasan informasi dan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Terkait penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026, Samuel memastikan Komisi VII DPR RI akan melakukan evaluasi sebagai bahan penyempurnaan program serupa pada masa mendatang. Ia menilai evaluasi merupakan bagian penting agar pelaksanaan kegiatan semakin bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi UMKM.

Dalam kegiatan nobar ini, pihaknya menyediakan lebih dari 500 porsi makanan dan minuman, seperti bakso, bakmi jowo hingga wedang ronde. Makanan dan minumam tersebut disediakan gratis bagi warga yang menonton piala dunia 2026 di Lapangan Miroto kota Semarang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....