Mesir Komplain ke FIFA usai Laga Kontroversial vs Argentina
- 16 Jul 2026 13:30 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Kemenangan dramatis 3-2 Argentina atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz menyisakan buntut panjang. Kubu The Pharaohs (julukan timnas Mesir) merasa dirampok dan secara resmi telah melayangkan surat protes kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit asal Prancis, François Letexier.
Mesir yang sempat unggul mengejutkan 2-0 lewat gol Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko, harus menerima kenyataan pahit setelah Argentina membalikkan kedudukan menjadi 3-2 dalam kurun waktu 14 menit terakhir babak kedua. Namun, fokus utama kemarahan Mesir tertuju pada keputusan kontroversial Video Assistant Referee (VAR) dan standar ganda sang pengadil lapangan.
Amarah Pelatih Hossam Hassan: "Mereka Ingin Messi Tetap di Turnamen"
| Baca juga: Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 |
Pelatih kepala Mesir, Hossam Hassan, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dalam konferensi pers usai laga. Ia bahkan menyatakan tidak sudi lagi menonton sisa pertandingan Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang menimpa timnya.
"Ini semua tentang uang. Mereka ingin [Lionel] Messi tetap berada di turnamen ini," ketus Hassan dengan nada emosional. "Hari ini kami diperlakukan dengan sangat tidak adil. Mesir layak lolos, kami bermain lebih baik. Ada kepentingan lain di luar lapangan yang merusak masa depan sepak bola."
Dua Keputusan VAR yang Memicu Kontroversi
Para pemain dan staf kepelatihan Mesir memprotes dua momen krusial yang dianggap mengubah jalannya pertandingan secara drastis:
- Pembatalan Gol Kedua Mostafa Ziko: Saat Mesir memimpin 1-0, Ziko mencetak gol yang berpotensi menggandakan keunggulan. Namun, wasit menganulir gol tersebut melalui VAR karena menilai ada pelanggaran terlebih dahulu oleh Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez dalam proses serangan.
- Insiden Mohamed Salah Sebelum Gol Kemenangan Argentina: Tepat sebelum Enzo Fernández mencetak gol ketiga bagi Argentina di menit ke-90+2, Mohamed Salah dijatuhkan di dalam kotak penalti Argentina. Namun, wasit François Letexier menolak meninjau VAR dan membiarkan pertandingan berlanjut hingga memicu serangan balik yang berbuah gol bagi Albiceleste.

Pemain sayap Mesir, Mostafa Ziko, yang terlihat menangis usai laga, turut menyuarakan kekesalannya.
"Setelah kami unggul, tiba-tiba semua keputusan berbalik menentang kami. Wasit tidak adil. Ini adalah ketidakadilan yang nyata di depan mata," ujar Ziko.
EFA Layangkan Protes, FIFA Pasang Badan
Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat hak tim nasional mereka diinjak-injak. Dalam pernyataan resminya, EFA menuntut FIFA mengevaluasi secara menyeluruh kinerja perangkat pertandingan yang bertugas pada laga tersebut.
Di sisi lain, FIFA langsung merespons tuduhan serius dari kubu Mesir. Ketua Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan dukungan penuh terhadap keputusan wasit di lapangan.
"Tuduhan yang tidak berdasar mengenai integritas wasit Piala Dunia tidak memiliki tempat di olahraga ini dan sama sekali tidak bisa diterima," balas Collina dengan tegas.
Akibat protes keras dan keributan yang terjadi di pinggir lapangan pada menit-menit akhir laga, lima pemain Mesir serta staf kepelatihan sempat diganjar kartu kuning oleh wasit. Kekalahan ini sekaligus menjadi akhir yang emosional bagi turnamen Piala Dunia terakhir Mohamed Salah bersama tim nasional Mesir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....