Korea Selatan Tersingkir, Kemarahan Publik Tak Terbendung

  • 29 Jun 2026 16:28 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kegagalan Korea Selatan melaju ke babak gugur Piala Dunia FIFA 2026 memicu gelombang kekecewaan di dalam negeri. Tersingkirnya Taeguk Warriors pada fase grup membuat publik menuntut perombakan besar di tubuh sepak bola nasional, meski pelatih Hong Myung-bo telah menyatakan mundur dari jabatannya.

Dilansir dari Al Jazeera, Korea Selatan gagal lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik setelah menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A. Hasil tersebut mengakhiri langkah semifinalis Piala Dunia 2002 itu lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kekalahan tersebut mendorong Hong Myung-bo mengundurkan diri pada Minggu (29/6/2026). Masa depan kapten tim Son Heung-min bersama tim nasional juga menjadi tanda tanya setelah sebelumnya pemain berusia 33 tahun itu sempat mengisyaratkan kemungkinan pensiun dari sepak bola internasional.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia menilai kegagalan tersebut tidak lepas dari buruknya pengelolaan sepak bola nasional dan menyinggung keberadaan pihak-pihak yang dinilai tidak kompeten.


Mantan kapten Korea Selatan Park Ji-sung mengatakan hasil tersebut seharusnya tidak mengejutkan. Menurutnya, berbagai persoalan dalam pembinaan sepak bola nasional telah terlihat selama bertahun-tahun, namun pelajaran dari masa lalu kembali diabaikan.

Korea Selatan sebenarnya memulai turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Namun, mereka kemudian kalah 0-1 dari Meksiko sebelum kembali tumbang dengan skor yang sama dari Afrika Selatan, sehingga gagal melaju ke babak 32 besar.

Kritik juga kembali diarahkan kepada Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), khususnya Presiden KFA Chung Mong-gyu. Ia sebelumnya telah menyatakan akan mundur setelah Piala Dunia usai menyusul kritik terhadap kepemimpinannya selama 13 tahun terakhir.

Keputusan Hong Myung-bo mencadangkan Son Heung-min saat menghadapi Afrika Selatan juga menuai sorotan. Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos, namun justru kehilangan poin penuh pada pertandingan penentuan tersebut.

Park Ji-sung berharap kegagalan di Piala Dunia 2026 menjadi momentum perubahan bagi sepak bola Korea Selatan. Menurutnya, seluruh pihak harus berani melakukan evaluasi menyeluruh agar kesalahan yang sama tidak terus terulang pada turnamen-turnamen berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....