FIFA Perketat Aturan Set-Piece di Piala Dunia 2026
- 02 Jun 2026 21:17 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, bersama International Football Association Board (IFAB) resmi memperkenalkan serangkaian regulasi baru menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Dari sekian banyak perubahan, satu aturan yang paling menyedot perhatian adalah regulasi ketat mengenai situasi bola mati (set-piece), yang oleh sebagian media sepak bola dijuluki secara informal sebagai aturan "Anti-Arsenal"
Langkah ini diambil FIFA setelah mengamati tren taktik yang marak diperagakan di kompetisi elite seperti Premier League. Sepanjang musim, situasi sepak pojok atau tendangan bebas bukan lagi sekadar skema operan biasa, melainkan medan pertempuran taktik yang agresif. Arsenal menjadi salah satu tim yang paling disorot karena kerap menggunakan strategi cerdas dengan menempatkan pemain untuk memblokir pertahanan lawan demi memuluskan terciptanya gol.
Larangan "Blokir" di Kotak Penalti
Melalui aturan baru ini, FIFA mengharamkan segala tindakan sengaja menghalangi pergerakan lawan sebelum bola ditendang pada situasi set-piece. Aturan ini diambil dari prinsip basket, yang melarang pemain bertindak sebagai screener atau blocker untuk menciptakan ruang bagi rekan setimnya.
Jika selama ini VAR hanya meninjau setelah gol terjadi, dalam pedoman baru untuk Piala Dunia 2026, VAR kini memiliki wewenang untuk intervene bahkan sebelum bola mati dieksekusi, jika ada aksi blokir yang terdeteksi. Jika defender dicegah memiliki kesempatan realistis untuk bertahan karena pelanggaran sebelum eksekusi, gol yang dihasilkan dapat dibatalkan
Aturan anti-blocking ini menjadi kategori ketujuh yang dapat ditinjau VAR, setelah sebelumnya VAR sudah memiliki enam kategori yaitu gol, keputusan penalti, kartu merah langsung, kartu kuning kedua yang berujung kartu merah, kesalahan identitas, dan keputusan tendangan sudut.
Bagi tim-tim yang sangat bergantung pada produktivitas gol lewat skema bola mati yang agresif, regulasi ini jelas menjadi pukulan telak. Arsenal, yang mencetak 24 gol dari situasi set-piece (tidak termasuk penalti) di Premier League musim ini, diprediksi akan paling terdampak.
Ketatkan Protes Wasit dan Aturan 10 Detik
Selain aturan set-piece, FIFA dan IFAB juga memperkenalkan beberapa regulasi tambahan, guna menjaga sportivitas dan kelancaran pertandingan sepanjang Piala Dunia 2026.
Pertama, Hanya Kapten yang Boleh Protes.
Sama seperti aturan yang sempat diuji coba di kompetisi Eropa, kini hanya kapten tim yang diizinkan mendekati dan berdiskusi dengan wasit. Pemain lain yang nekat berkerumun melakukan protes akan langsung diganjar kartu kuning.
Kedua, Aturan Pergantian Pemain 10 Detik.
Untuk memberantas taktik mengulur-ulur waktu (delaying game), pemain yang diganti diwajibkan keluar dari lapangan dalam waktu maksimal 10 detik melalui garis batas terdekat setelah papan pergantian ditampilkan. Jika melanggar, pemain pengganti tidak boleh masuk selama 60 detik, sehingga tim harus bermain dengan 10 pemain sementara.
Ketiga, Larangan Menutup Mulut saat Konfrontasi.
FIFA cũng melarang pemain menutup mulut dengan tangan, lengan, atau baju saat melakukan konfrontasi dengan wasit atau pemain lawan. Pelanggaran ini akan dikenai kartu merah otomatis. Langkah ini diambil untuk menjaga transparansi dan mempermudah pembacaan gerak bibir jika terjadi indikasi tindakan rasisme atau ucapan ofensif di lapangan, setelah kontroversi antara Gianluca Prestianni dan Vinicius Jr.
Keempat, Ketentuan Waktu Berlaku.
Regulasi baru ini akan diterapkan secara perdana pada laga pembuka Piala Dunia 2026 yang bergulir mulai 11 Juni 2026 (Meksiko vs Afrika Selatan), sebelum nantinya diadopsi secara global di seluruh kompetisi domestik resmi mulai 1 Juli 2026.
Perubahan mendadak ini diprediksi bakal menghadirkan warna baru sekaligus drama taktik di tanah Amerika Utara, terutama bagi tim-tim Premier League yang terbiasa dengan strategi set-piece agresif seperti Arsenal.
(Argia Putri Ferdiansyah - Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....