Japan Open 2026: Alwi Farhan Singkirkan Alex Lanier, Zaki Ubaidillah Terhenti

  • 17 Jul 2026 12:12 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Tokyo – Hasil berbeda diraih dua wakil Indonesia di sektor tunggal putra pada babak 16 besar Japan Open 2026, Kamis 16 Juli 2026. Alwi Farhan sukses melangkah ke perempat final setelah menundukkan unggulan ketujuh asal Prancis, Alex Lanier, sementara Moh Zaki Ubaidillah harus mengakhiri langkahnya usai dikalahkan unggulan ketiga dari Denmark, Anders Antonsen.

Alwi membukukan kemenangan dramatis dalam tiga gim dengan skor 9-21, 21-14, 21-16. Sempat kehilangan gim pertama, pebulu tangkis muda Indonesia itu mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk mengamankan tiket ke delapan besar. Usai pertandingan, Alwi mengaku bersyukur dapat melewati laga yang menurutnya memiliki arti penting. Ia menyebut kemenangan tersebut menjadi jawaban setelah beberapa kali gagal mengatasi lawan yang sama pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.

"Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT. Kemenangan ini menjadi sesuatu yang sangat berarti karena saya tidak ingin mengulang hasil dari beberapa pertemuan terakhir," ujar Alwi dilansir laman PBSI.

Menurutnya, kekalahan pada gim pembuka bukan disebabkan oleh strategi untuk membaca permainan lawan. Ia menilai penampilannya memang belum berkembang pada awal pertandingan, terutama karena beberapa kesalahan sendiri yang membuat ritme permainannya terganggu.

"Saya sempat kesal karena permainan saya tidak keluar, tetapi di gim kedua dan ketiga saya bisa kembali fokus, menata permainan, dan melupakan apa yang terjadi sebelumnya," katanya.

Alwi juga mengungkapkan telah mempersiapkan diri secara khusus menghadapi Lanier sejak hasil undian pertandingan diumumkan. Persiapan tersebut, menurutnya, membuahkan hasil sekaligus membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit setelah rentetan kekalahan dari lawan yang sama.

Sementara itu, langkah Moh Zaki Ubaidillah harus terhenti setelah kalah dari Anders Antonsen dengan skor 12-21, 19-21. Pada laga tersebut, Zaki mengaku sempat kesulitan mengikuti tempo permainan lawan, terutama pada gim pertama.

Memasuki gim kedua, ia mulai menemukan pola permainan yang lebih efektif dan mampu memberikan perlawanan lebih ketat. Namun, pengalaman Antonsen menjadi faktor pembeda pada poin-poin krusial.

"Di akhir pertandingan saya terpancing dengan permainan depan dia dan akhirnya dia bisa mengantisipasi permainan saya. Pengalamannya membuat dia tahu kapan harus bermain rapi dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri," ujar Zaki.

Meski gagal melaju lebih jauh, Zaki tetap mengambil banyak pelajaran dari penampilan perdananya di turnamen level BWF World Tour Super 750. Ia mengaku belum puas dengan hasil yang diraih, namun bersyukur bisa merasakan atmosfer kompetisi di level tersebut. Setelah Japan Open, Zaki masih berpeluang tampil pada China Open pekan depan. Saat ini ia berstatus sebagai pemain pertama dalam daftar tunggu dan berharap mendapat kesempatan untuk berlaga sambil terus mematangkan persiapannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....