Desak Rita Menikmati Libur di Bali sebelum ke Asian Games Jepang

  • 17 Jul 2026 11:20 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Atlet Panjat Tebing kebanggaan Bali Desak Made Rita Kusuma Dewi pulang ke Bali menikmati masa libur di Pelatnas. Perjuangan panjang dan melelahkan telah dilalui Desak pada dua kejuaraan dunia di Krakow Polandia dan Chamonix Perancis dengan hasil manis dua medali emas untuk Merah Putih.

Kepulangan Desak pada Kamis 16 Juli 2026 disambut langsung Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng Gede Supriatna bersama Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali Putu Yudi Atmika, Ketua Umum FPTI Buleleng Haji Wahjoedi dan jajaran pengurus lainnya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Gede Supriatna yang sekaligus Wakil Bupati Buleleng menyampaikan rasa bangga terhadap Srikandi Bumi Panji Sakti yang telah mengharumkan nama Bali dan Buleleng di kancah dunia.

“Desak sebagai panutan dari adik-adiknya di Buleleng. Kita akan minta Desak supaya bisa memotivasi dan sekaligus meminta masukan dari Desak supaya kita bisa memajukan olahraga Panjat Tebing di Buleleng,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika juga memuji kedisiplinan Desak berlatih di Pelatnas. Untuk menghadapi Asian Games di Nagoya Jepang, Desak diharapkan tetap menjaga kestabilan mental, terlebih lawan yang dihadapi semakin berat dari berbagai negara.

“Kedisiplinannya termasuk pembawaan Desak memang bisa diandalkan untuk mendapatkan prestasi yang terbaik. Dengan kematangan Desak saat ini kami tidak terlalu khawatir lagi dengan performanya, tinggal diperlukan pendampingan psikologis saja untuk Desak,” ujarnya.

Merespon beratnya tantangan yang menanti di Asian Games 2026, Desak Rita mengaku akan mempersiapkan diri lebih maksimal. Meski memiliki waktu libur dan pulang kampung selama sepekan, namun Srikandi cantik kelahiran 24 Januari 2001 ini tetap akan menjalani program latihan. Meski berhasil mempersembahkan dua emas, namun Desak mengakui catatan waktu yang diraihnya belum maksimal.

“Bangga dan senang bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia. Tapi yang saya rasakan di kompetisi juga kurang puas dengan catatan waktu.Sebelumnya saya bisa dicatatan waktu yang limit 6,00 atau 6,01 tapi kemarin kurang puas dengan catatan waktu itu,” ungkapnya.

Desak Rita menambahkan dengan sisa waktu yang ada sebelum berjuang di Asian Games, dirinya berupaya menjaga kestabilan mental dan rasa percaya diri. Tekanan psikologis diakui cukup berat, karena target yang ingin dicapai mempertahankan kembali medali emas Asian Games 2022 di Hangzhou Tiongkok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....