PBPI Optimis Padel Indonesia menuju Olimpiade 2032

  • 14 Jul 2026 12:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) menegaskan komitmennya membangun fondasi kuat pembinaan atlet usia muda, demi mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan baru Padel Asia hingga dunia.

Melalui berbagai kompetisi, salah satunya FIP Promises sukses menghadirkan sekitar 190 atlet muda serta lebih dari 100 peserta internasional dari 31 negara yang bertanding pada 8 kategori usia, mulai U-12, U-14, U-16 hingga U-18.

Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita mengatakan, penyelenggaraan tersebut menjadi tonggak penting dalam sistem pembinaan atau nasional, karena menjadi wadah untuk memantau calon-calon pemain terbaik Indonesia menuju level internasional.

"Ini sangat spesial bagi PBPI, kami akhirnya bisa menggelar FIP Promises yang memang diperuntukkan bagi atap usia muda. Dari sinilah kami mulai melihat calon-calon temannya akan dipersiapkan menuju Youth Asia Cup dan berbagai kejuaraan internasional lainnya," ujar Galih dalam usai penutupan FIP Bronze Jakarta di Rana Grounds, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu, 12 Juli 2026.

Galih menyampaikan, perkembangan padel Indonesia berlangsung sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah atlet muda, bertambahnya akademi padel di berbagai daerah hingga semakin banyaknya kejuaraan internasional yang dipercayakan kepada Indonesia.

PBPI ini menerapkan sistem pembinaan berbasis peringkat nasional sehingga proses seleksi atlet menuju tim nasional dilakukan secara objektif melalui akumulasi poin dari berbagai kompetisi resmi.

"Juara di satu turnamen memang mendapatkan poin besar, tetapi yang kami pilih adalah pemain yang benar-benar siap berdasarkan sistem rangking, seleknas hingga pelatnas. Prosesnya transparan dan objektif," katanya.

Galih menjelaskan, sistem tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan setiap kejuaraan internasional. Asia Games menggunakan nomor pasangan, sedangkan kejuaraan Youth Promises memakai format beregu sehingga Indonesia membutuhkan lebih banyak atlet yang siap bersaing.

Ia mengaku optimis melihat perkembangan kualitas atau kemudian Indonesia yang mengikat signifikan dalam waktu singkat.

"Saya benar-benar terkejut dengan perkembangan mereka. Memang di beberapa kategori kami belum mampu mengalahkan pemain-pemain terbaik dunia, tetapi kemajuannya luar biasa, khususnya kelompok U-12 dan U-14, mereka sudah memainkan panel dengan teknik yang sangat baik. Ini membuat kami semakin optimis terhadap masa depan pada Indonesia," ucapnya.

Wakil Ketua Umum PBPI Akash Nathani optimis bahwa FIP Bronze Jakarta hanyalah awal dari perjalanan panjang pengembangan padel nasional. Pihaknya saat ini tengah membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan melalui sistem peringkat nasional, seleksi atlet yang objektif, pembentukan tim nasional kelompok usia, hingga kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk membuka peluang beasiswa bagi atlet.

Selain itu, PBPI akan meluncurkan Liga Pro Padel Indonesia pada bulan depan yang diklaim sebagai liga profesional padel pertama di kawasan ASEAN. Liga tersebut diharapkan menjadi jenjang karier bagi atlet-atlet muda setelah menyelesaikan proses pembinaan.

PBPI juga berkomitmen memperluas penyelenggaraan turnamen internasional ke berbagai daerah agar perkembangan padel tidak hanya terpusat di Jakarta dan Bali.

Di sisi lain, Head of FIP Promises Jaume Campistol memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan padel Indonesia. Menurutnya, penyelenggaraan FIP Promises Jakarta menjadi salah satu yang terbesar di Asia.

Ia menilai keberhasilan Indonesia menghadirkan seluruh kategori usia menunjukkan pembinaan atlet muda berjalan ke arah yang tepat dan menjadi modal penting bagi perkembangan padel nasional.

Bagi Galih, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari target jangka panjang PBPI untuk membawa Indonesia tampil kompetitif di panggung dunia, termasuk mewujudkan mimpi berlaga pada Olimpiade 2032 apabila padel resmi dipertandingkan.

"Kalau target jangka panjang, tentu kami ingin lolos ke Olimpiade 2032. Karena itu kami harus mempersiapkan atlet sejak sekarang. Anak-anak yang saat ini berusia 14 hingga 18 tahun akan berada pada usia emas ketika Olimpiade berlangsung. Kami tidak boleh terlambat mempersiapkan mereka," tegasnya.

Dengan sistem pembinaan yang semakin terstruktur, kalender kompetisi internasional yang terus bertambah, hadirnya Liga Pro Padel Indonesia, serta dukungan pemerintah dan Federasi Padel Internasional (FIP), PBPI optimistis Indonesia mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan padel di Asia sekaligus melahirkan atlet-atlet yang siap bersaing di level dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....