Mengulang Tahun Kemarin, Gauff Melaju ke Final

  • 15 Mei 2026 09:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Roma - Untuk dua tahun berturut-turut, Coco Gauff kembali ke final Internazionali BNL d’Italia. Perjalanan Gauff ke partai puncak terbilang tidak mudah.

Sebelum babak semifinal, ia menjalani tiga pertandingan berturut-turut di mana petenis Amerika berusia 22 tahun itu bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menang. Sementara saat laga semifinal, Gauff memiliki jalan yang lebih mulus saat mengalahkan veteran Rumania Sorana Cirstea dalam dua set langsung, Kamis 14 Mei 2026.

Cirstea, yang bermain di semifinal WTA 1000 keempat dalam kariernya, memulai dengan cepat dengan mematahkan servis Gauff di game pembuka untuk memimpin 2-0. Tetapi dari tertinggal 4-2, Gauff memenangkan empat game berturut-turut untuk merebut set pertama 6-4.

Set kedua tetap ketat, dengan Gauff mematahkan servis di game kedua dan keenam hanya untuk kemudian dibalas oleh Cirstea setiap kali. Petenis Amerika itu mendapatkan break yang menentukan di game kedelapan dan kemudian mempertahankan servisnya untuk menyelesaikan kemenangan 6-4, 6-3 dalam waktu satu jam 15 menit.

Gauff kini telah memenangkan keempat pertemuan kariernya melawan Cirstea, termasuk tiga kali di musim ini. Ia juga mengalahkan petenis Rumania itu di Miami dan Madrid, tetapi ini adalah kemenangan straight-sets pertamanya atas Cirstea.

Gauff melaju ke final ke-16 dalam kariernya di WTA Tour dan final keenamnya di lapangan tanah liat. Dikenal sebagai pemain yang kuat dalam pertandingan besar, delapan final terakhirnya masing-masing terjadi di Grand Slam, WTA Finals akhir musim, atau turnamen WTA 1000.

Kini, Gauff telah memenangkan 28 pertandingan berturut-turut setelah memenangkan set pembuka. Kekalahan terakhirnya setelah memenangkan set pertama terjadi melawan Jasmine Paolini di perempat final di Cincinnati tahun lalu.

Dengan kemenanganya ini, Gauff menjadi pemain Amerika termuda sejak Venus Williams pada 1998-99 yang mencapai final Italian Open berturut-turut. Dia juga menjadi pemain pertama yang mencapai final Roma berturut-turut sejak Iga Swiatek pada 2021-22.

Lawannya di final, Elina Svitolina, adalah lawan yang sudah ia kenal. Dia memiliki rekor 2-3 melawan Svitolina dalam lima pertemuan, termasuk 0-2 tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....