Musorprov NPCI Bali 2026 Dorong Konsolidasi dan Kesadaran Organisasi
- 26 Apr 2026 08:36 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Provinsi Bali menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Melampaui Batas Menggugah Kesadaran” di Denpasar, Sabtu 25 April 2026. Kegiatan ini dihadiri seluruh ketua pengurus NPCI kabupaten/kota se-Bali serta perwakilan pengurus NPCI Pusat.
Musorprov menjadi forum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk agenda utama pemilihan ketua NPCI Provinsi Bali. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pembekalan terkait penguatan organisasi, hukum, serta tata kelola kelembagaan.
Ketua I Bidang Organisasi NPCI Pusat, Rio Suseno, menegaskan bahwa Musorprov bukan sekadar agenda pemilihan kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi untuk memperkuat fondasi organisasi. Ia menilai, selama ini masih terdapat perbedaan pemahaman di tingkat daerah terkait pengelolaan organisasi.
Menurutnya, fokus pembinaan NPCI saat ini diarahkan pada atlet disabilitas kategori tunadaksa, tunanetra, serta penguatan pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual. Hal ini merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan organisasi di tingkat nasional.
“Kalau namanya Musorprov, memang agendanya cenderung tunggal, memilih calon ketua baru yang akan membawa kemajuan NPCI Bali ke depan. Namun kebutuhan organisasi tidak hanya itu, sehingga kita hadirkan juga pembicara untuk membahas aspek hukum, pengelolaan, dan struktur organisasi,” ujarnya.
Sementara itu Ketua terpilih NPCI Provinsi Bali periode 2026-2031, I Gede Komang Darmawijaya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sekaligus menegaskan komitmennya untuk segera bergerak konsolidasi ke seluruh daerah serta menyiapkan organisasi menghadapi agenda besar ke depan. Ia menambahkan, secara umum NPCI Bali telah menjalankan ketentuan penggunaan anggaran, baik dari dana hibah maupun kontribusi lainnya.
Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait status domisili atlet di tingkat kabupaten/kota. “Yang masih menjadi kendala adalah soal domisili atlet. Banyak atlet yang berlatih di satu daerah, tapi berasal dari daerah lain. Ini perlu kejelasan aturan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelas Darmawijaya.
Melalui kepemimpinan yang berlanjut ini, NPCI Bali diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar daerah serta meningkatkan prestasi atlet disabilitas, sejalan dengan semangat melampaui batas dan menggugah kesadaran yang diusung dalam Musorprov 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....