Josua Surbakti Pimpin Kebangkitan Bridge Bukittinggi Menuju Prestasi

  • 11 Apr 2026 12:45 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Semangat baru olahraga bridge di Kota Bukittinggi resmi dimulai. Bertempat di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia pada Sabtu, 11 April 2026, Musyawarah Kota (Muskot) Cabang Olahraga Gabungan Bridge Seluruh Indonesia Kota Bukittinggi berlangsung penuh dinamika sekaligus harapan.

Agenda utama musyawarah ini adalah pemilihan Ketua GABSI Kota Bukittinggi untuk periode 2026–2030, menyusul berakhirnya masa kepengurusan periode 2022–2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Kota Bukittinggi Hendra Hendramin, yang akrab disapa inyiak Cimin, bersama sejumlah pengurus, atlet, dan pemerhati olahraga bridge di daerah tersebut.

Pergantian Kepemimpinan, Harapan Baru

Dalam suasana demokratis dan penuh kebersamaan, forum Musyawarah Kota akhirnya menetapkan Josua Surbakti, SH., MH., sebagai Ketua GABSI Kota Bukittinggi terpilih untuk periode 2026–2030.

Terpilihnya Josua menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga bridge di kota wisata ini. Dukungan yang mengalir dari peserta musyawarah menjadi sinyal kuat bahwa organisasi ini siap melangkah lebih maju.

Dalam sambutan perdananya, Josua menyampaikan komitmen besar untuk membangun bridge tidak hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

“Kami ingin bridge tidak lagi dianggap sebagai olahraga yang eksklusif. Justru sebaliknya, bridge harus membumi dan dikenal luas oleh masyarakat, bahkan sejak usia dini,” ujarnya dengan penuh semangat.

Bridge Masuk Sekolah, Strategi Jangka Panjang

Salah satu gagasan paling menarik yang disampaikan Josua adalah rencana memasukkan olahraga bridge ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Menurutnya, langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk mencetak generasi pemain bridge yang unggul sejak dini.

“Kami ingin menjadikan bridge sebagai bagian dari kurikulum ekstrakurikuler di sekolah dasar. Dari situlah akan lahir bibit-bibit atlet yang kelak mengharumkan nama Bukittinggi,” tegasnya.

Gagasan ini disambut antusias oleh peserta Musyawarah, mengingat pentingnya regenerasi atlet dalam menjaga keberlangsungan prestasi olahraga.

Target Prestasi: Fokus ke Porprov Mendatang

Tidak hanya berbicara soal pembinaan, GABSI Bukittinggi di bawah kepemimpinan baru juga langsung memasang target prestasi yang jelas—yakni peningkatan perolehan medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Target ini bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, capaian prestasi dinilai masih perlu ditingkatkan agar Bukittinggi mampu bersaing dengan daerah lain di Sumatera Barat.

Dengan pembinaan yang lebih terstruktur dan regenerasi atlet yang berkelanjutan, optimisme pun mulai tumbuh di kalangan pengurus dan atlet.

Pesan Tegas KONI: Utamakan Atlet Lokal

Dalam arahannya, Ketua KONI Bukittinggi, Hendra Hendramin, menyampaikan pesan tegas terkait pembinaan atlet.

Ia menekankan pentingnya memprioritaskan atlet yang berdomisili dan memiliki KTP Bukittinggi sebagai bagian dari upaya membangun identitas dan kekuatan daerah.

“Kami ingin atlet yang membela Bukittinggi benar-benar berasal dari Bukittinggi. Ini penting untuk membangun rasa memiliki dan kebanggaan terhadap daerah,” cimin

Selain itu, ia juga berharap kepengurusan baru mampu membawa perubahan nyata dan meningkatkan prestasi secara signifikan.

Momentum Kebangkitan Olahraga Bridge

Pelaksanaan Musyawarah Kota ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum refleksi dan kebangkitan bagi olahraga bridge di Bukittinggi.

Di tengah tantangan zaman dan persaingan antar daerah, diperlukan inovasi, komitmen, serta kerja sama semua pihak untuk membawa olahraga ini kembali berjaya.

Dengan kepemimpinan baru, visi yang jelas, serta dukungan dari KONI dan masyarakat, harapan itu kini terasa semakin nyata.

Menyalakan Asa dari Bukittinggi

Kini, tongkat estafet kepemimpinan telah berpindah. Tanggung jawab besar berada di pundak Josua Surbakti dan jajarannya.

Namun di balik beban itu, tersimpan harapan besar—bahwa dari ruang-ruang kelas SD, dari meja-meja sederhana tempat kartu bridge dimainkan, akan lahir atlet-atlet hebat yang membawa nama Bukittinggi ke panggung yang lebih tinggi.

Sebuah perjalanan baru telah dimulai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....