Kemenbud Resmikan Perpustakaan Ranggawarsita, Himpun Ribuan Koleksi Budaya
- 20 Jul 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kebudayaan meresmikan Perpustakaan Ranggawarsita pada Senin, 20 Juli 2026 sebagai pusat referensi kebudayaan Indonesia dengan koleksi fisik dan digital ribuan item.
- Perpustakaan diberi nama Ranggawarsita untuk menghormati Ronggowarsito, pujangga besar Jawa yang karya-karyanya telah menginspirasi banyak sastrawan dan pujangga berikutnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meresmikan Perpustakaan Ranggawarsita sebagai pusat referensi kebudayaan Indonesia pada Senin, 20 Juli 2026. Perpustakaan khusus tersebut menghimpun ribuan koleksi fisik dan digital untuk mendukung akses pengetahuan kebudayaan.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan nama Perpustakaan Ranggawarsita dipilih untuk menghormati Ronggowarsito sebagai pujangga besar Jawa. Menurutnya, karya-karya monumental Ronggowarsito telah menginspirasi banyak sastrawan dan pujangga setelahnya.
"Pustaka Ranggawarsita kami namakan karena Ronggowarsito merupakan pujangga besar Jawa yang melahirkan karya-karya monumental. Beliau menginspirasi banyak sastrawan dan pujangga berikutnya," ujar Fadli di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa perpustakaan dibangun untuk mengumpulkan publikasi kebudayaan yang selama ini tersebar. Menurutnya, banyak buku hasil penelitian dan penerbitan pemerintah belum dimanfaatkan secara optimal.
"Kami mengumpulkan buku-buku itu menjadi sebuah perpustakaan agar dapat dimanfaatkan publik sebagai sumber pengetahuan kebudayaan. Kami harap perpustakaan ini menjadi tempat mendapatkan referensi kebudayaan dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.” katanya.
Fadli menjelaskan perpustakaan kini memiliki lebih dari 14 ribu buku dengan sekitar 22 ribu eksemplar. Selain itu, sebanyak 5.591 publikasi digital telah tersedia melalui repositori Kementerian Kebudayaan yang dapat diakses masyarakat.
Menurut dia, koleksi perpustakaan akan terus bertambah melalui publikasi dari Balai Pelestarian Kebudayaan di berbagai daerah. Digitalisasi juga terus dilakukan agar seluruh koleksi semakin mudah diakses oleh peneliti maupun masyarakat.
Perpustakaan Nasional turut mendukung pengelolaan Perpustakaan Ranggawarsita melalui penempatan seorang pustakawan profesional. Ketua Perpustakaan Nasional, Prof. Endang Aminudin Aziz, menyebut perpustakaan tersebut termasuk kategori perpustakaan khusus.
Endang menjelaskan perpustakaan khusus menyimpan koleksi yang berkaitan dengan tugas dan fungsi suatu lembaga. Menurutnya, keberadaan perpustakaan tersebut menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
"Perpustakaan sekarang tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang belajar dan kegiatan kreatif masyarakat," kata Endang. Ia berharap transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial juga berkembang di Perpustakaan Ranggawarsita.
Menbud menambahkan perpustakaan tersebut terbuka bagi peneliti, mahasiswa, penulis, hingga masyarakat umum yang membutuhkan referensi kebudayaan. Dirinya berharap Perpustakaan Ranggawarsita menjadi pusat pengetahuan kebudayaan Indonesia sekaligus memperkuat pelestarian warisan intelektual bangsa. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....