Bahlil Sebut Golkar Partai yang Inklusif, Bukan Eksklusif
- 20 Jul 2026 00:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap menjadi lumbung suara Golkar, untuk wilayah Indonesia Timur. Ia menekankan, perolehan suara harus lebih ditingkatkan, dengan cara memperkuat konsolidasi menjelang Pemilu 2029.
"Musda akan melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih ketua DPD Partai Golkar," ujar Bahlil di hadapan ribuan kader Golkar, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulsel, di Makassar, Sabtu, 18 Juli 2026.
Bahlil yang juga menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu menilai, konsolidasi menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Menurutnya, provinsi tersebut selama ini menjadi lumbung suara utama Golkar, di Kawasan Timur Indonesia, meski dominasinya menurun pada Pemilu 2024.
Tidak sendiri, Bahlil hadir bersama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, dan Bendahara Umum Sari Yuliati. Ia meminta kepengurusan baru, segera menuntaskan musyawarah cabang (muscab) di seluruh DPD II kabupaten dan kota, kemudian melanjutkan konsolidasi hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
"Saya meminta nanti setelah musda selesai, dilaksanakan muscab kabupaten kota. Selanjutnya di tingkat kecamatan dan desa. Karena, kekuatan partai kita itu ada di sana. Kalau berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya itu di Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu Sulawesi Selatan menjadi contoh," katanya.
Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah itu pun memberikan target khusus, kepada kepengurusan baru, agar mampu meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar pada Pemilu 2029. "Satu yang saya tekankan, kursi harus naik," katanya.
"Itu adalah perintah DPP kepada ketua DPD, yang nanti ditetapkan melalui musda. Kursi Partai Golkar harus bertambah, baik di DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota," tambah Bahlil.
Ia juga menyinggung kadernya yang ingin hijrah ke partai lain, usai perhelatan Musda. Menurutnya, meski banyak kader memilih mendirikan, atau bergabung dengan partai lain, seperti Partai Nasdem, Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Hanura, namun Partai Golkar tetap kokoh dan konsisten menjalankan amanat konstitusi.
Bahkan Bahlil menyebut Golkar sebagai partai yang inklusif. "Partai Golkar adalah partai yang inklusif, bukan partai yang eksklusif. Memang beda pola partai kita," kata Bahlil.
Partai Golkar saat ini menguasai 14 kursi di DPRD Provinsi Sulsel hasil Pemilu 2024. Dengan perolehan tersebut, Golkar menduduki posisi kedua terbanyak, dan menempati kursi wakil ketua DPRD Sulsel periode 2024–2029. Sementara itu, Partai Golkar memperoleh 4 kursi di DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel pada Pemilu 2024.
Dalam Musda tersebut, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi terpilih, sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. IAS terpilih secara aklamasi usai menjadi calon tunggal.
Penetapan dilakukan melalui sidang Musda Golkar Sulsel, yang dipimpin oleh perwakilan DPP Golkar, Mustafa Raja, di Hotel Claro Makassar, Sabtu, 18 Juli 2026. Sidang berlangsung setelah seluruh tahapan pencalonan selesai, dan IAS menjadi calon tunggal yang memenuhi syarat.
"Menetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih, sekaligus ketua formatur untuk menyusun kepengurusan," ucap Mustafa Raja membacakan konsideran penetapan, yang disambut tepuk tangan peserta Musda Golkar Sulsel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....