DPR Dorong LPP Perbanyak Konten Positif di Tengah Maraknya Hoaks
- 16 Jul 2026 23:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan, tantangan penyiaran publik semakin besar
- penguatan peran Radio Republik Indonesia (RRI) untuk memengaruhi cara pandang masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi VII DPR RI mendorong Lembaga Penyiaran Publik (LPP) memperkuat perannya dengan menghadirkan informasi yang membangun optimisme masyarakat. Hal tersebut di tengah maraknya hoaks dan dominasi berita negatif di ruang digital.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengatakan, tantangan penyiaran publik semakin besar. Hal ini seiring berkembangnya media sosial yang dipenuhi informasi negatif.
Salah satunya penguatan peran Radio Republik Indonesia (RRI) untuk memengaruhi cara pandang masyarakat. Khususnya generasi muda, terhadap Indonesia.
“Semakin hari tantangannya semakin besar. Berita buruk, hoaks, dan berbagai informasi negatif semakin mendominasi. Kalau tidak menjadi perhatian, ini bisa membahayakan ke depan,” ujarnya saat melakukan RDP dengan LPP TVRI, RRI, dan LKBN Antara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menilai algoritma media sosial membuat masyarakat terus menerima informasi yang bernada negatif. Sehingga berbagai kabar baik mengenai Indonesia kerap tenggelam.
Padahal, berdasarkan pengalamannya saat bertemu masyarakat di berbagai daerah, masih banyak optimisme dan semangat positif yang berkembang. Karena itu, Chusnunia berharap RRI mampu menjadi penyeimbang dengan menghadirkan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
“Kita tidak boleh membiarkan kondisi ini begitu saja. Lembaga penyiaran harus menjadi panglima dalam menyebarkan kabar baik dari Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, penguatan konten positif penting untuk masyarakat, terutama generasi muda. Tidak hanya mengenal Indonesia melalui berbagai berita buruk yang beredar di media sosial.
Ia pun berharap adanya dukungan terhadap lembaga penyiaran publik, termasuk dari sisi anggaran. Dan dapat terus ditingkatkan agar fungsi pelayanan informasi kepada masyarakat berjalan semakin optimal.
Sementara, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI terus memperkuat transformasi digital sebagai upaya memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh ialah meningkatkan produksi konten digital, khususnya siniar, seiring perubahan pola konsumsi informasi publik.
Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan masyarakat kini semakin banyak menghabiskan waktu untuk mendengarkan siniar. Karena itu, RRI mendorong seluruh satuan kerja menghasilkan lebih banyak produk audio digital yang berkualitas.
“Kami memperkuat konten digital dan memperbarui siniar (podcast). Kami dorong agar semakin banyak produk siniar karena secara realitas lebih disukai masyarakat saat ini,” ujarnya.
Menurutnya, RRI juga telah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan platform audio digital Spotify untuk mengembangkan distribusi konten siniar. Ia menegaskan siniar tidak selalu harus berbentuk audiovisual, tetapi juga dapat dikembangkan dalam format audio yang kuat.
Hendrasmo menilai RRI memiliki kekuatan dalam menyajikan narasi melalui produk seperti storytelling dan monolog. Potensi tersebut akan kembali dihidupkan sebagai ciri khas konten digital RRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....