Kementrans Percepat Rehabilitasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi Nasional

  • 17 Jul 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wamentrans Viva Yoga Mauladi kunjungi Kawasan Transmigrasi Kikim, di Kabupaten Lahat
  • Sambutan antusias diberikan masyarakat kepada Wamen Viva Yoga
  • Kunjungan menjadi yang pertama dari pemerintah, sejak program transmigrasi dimulai pada 1982
  • Kementerian Transmigrasi resmikan pembangunan dan rehabilitasi lima sekolah, di Kawasan Transmigrasi Kikim
  • Rehabilitasi meliputi perbaikan ruang kelas dan fasilitas toilet, untuk meningkatkan kualitas pendidikan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengatakan, saat ini program transmigrasi dilakukan dengan pola baru. Hal ini untuk menciptakan pertumbuhan di kawasan baru transmigrasi.

"Dulu transmigrasi dilakukan secara top down atau langsung dari program pemerintah pusat. Sekarang dilakukan secara bottom up, desentralisasi, atas inisiatif atau keinginan pemerintah daerah sendiri," kata Viva dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

"Terbukti transmigrasi mampu menciptakan kawasan pertumbuhan. Sehingga ada 60 proposal dari bupati untuk membuka kawasan baru transmigrasi", ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Kementrans juga bersinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan rehabilitasi sekolah, termasuk pemenuhan kebutuhan guru. Sebelumnya, Kementrans telah membantu 5 sekolah, untuk membangun dan merehab bagian-bagian penting, seperti toilet dan ruang kelas.

"Setiap tahun anggaran, program ini kita jalankan ke lebih dari seratus sekolah di 154 kawasan transmigrasi. Dalam hal ini tersebar di seluruh Indonesia", ucapnya.

Viva Yoga juga menerima aspirasi dari banyak pihak, bahwa masih ada sekolah yang perlu diperhatikan kondisi bangunannya. Wamentrans Viva Yoga menginformasikan, Kemendikdasmen telah membidik pembangunan dan rehabilitasi sekolah di 70.000 titik.

"Dari sini, ribuan sekolah lain di kawasan transmigrasi yang perlu dibangun dan rehab, akan kita masukkan dalam program kerja sama antara Kementrans dan Kemendikdasmen", katanya.

Kementrans sebelumnya membantu pembangunan dan rehabilitasi lima sekolah di Kawasan Transmigrasi Kikim. Perbaikan meliputi ruang kelas serta fasilitas toilet sekolah.

Ia mengatakan, Kemendikdasmen telah membidik pembangunan dan rehabilitasi sekolah di 70.000 titik. "Dari sini, ribuan sekolah lain di kawasan transmigrasi yang perlu dibangun dan rehab, akan kita masukkan dalam program kerja sama antara Kementrans dan Kemendikdasmen", katanya, menjelaskan.

Rehabilitasi dan pembangunan sekolah ujar Viva Yoga akan dituntaskan, untuk mencetak sumber daya unggul dari kawasan transmigrasi. "Saya lihat anak-anak sekolah di sini unggul, cerdas, ceria, dan sehat-sehat, saya ingin hal demikian terjadi di seluruh kawasan transmigrasi," ujarnya.

Bupati Lahat Bursah Sarnubi mengatakan, pada awal program diberlakukan, transmigran dari Jawa ditempatkan di 2 pemukiman. Satuan pemukiman 1 ada 400 KK dan di satuan pemukiman 2 ada 500 KK.

Menurutnya, setelah 44 tahun, kawasan yang dulunya berupa hutan, saat ini menjadi desa dengan berbagai fasilitasnya. "Selanjutnya, program transmigrasi terus berlangsung sampai 2016 dengan penempatan warga transmigrasi" kata Bursah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....