BKN Dorong Seluruh Daerah Terapkan E-Kinerja Harian bagi ASN

  • 15 Jul 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BKN mendorong seluruh pemerintah daerah menerapkan sistem e-kinerja harian untuk memantau produktivitas ASN.
  • Lebih dari 100 instansi telah menggunakan e-kinerja harian sebagai dasar evaluasi karier berbasis kinerja.
  • Persetujuan kenaikan pangkat dan pensiun ASN kini diproses secara otomatis dan real time melalui sistem digital.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan BKN terus memperkuat digitalisasi manajemen ASN. Hal ini, menurutnya, termasuk melalui penerapan sistem e-kinerja harian.

Zudan menyampaikan, sistem tersebut memungkinkan aktivitas kerja ASN dipantau setiap hari secara digital. Dengan demikian, ASN yang tidak menunjukkan kinerja dapat teridentifikasi melalui sistem secara objektif.

Zudan menyebut, saat ini lebih dari 100 instansi telah menggunakan sistem e-kinerja harian yang dikembangkan BKN. Ia mendorong pemerintah daerah, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur, untuk mengadopsi sistem tersebut.

Menurutnya, penerapan e-kinerja harian akan membantu menciptakan budaya kerja yang lebih profesional dan akuntabel. Selain itu, sistem ini dapat menjadi dasar evaluasi karier ASN berdasarkan capaian kinerja, bukan penilaian subjektif pimpinan.

“Hari ini ASN kita mengerjakan apa itu bisa diketahui. Jadi kalau ada ASN yang malas dalam satu hari tidak berkinerja apapun, maka bisa terbaca dalam sistem,” ucap Zudan, dalam rapat Komisi II DPR RI, di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menilai mekanisme tersebut akan menciptakan proses seleksi yang berjalan secara alami melalui rekam jejak kinerja pegawai. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa persetujuan kenaikan pangkat dan pensiun kini telah diotomatisasi oleh BKN secara real time.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, mendorong reformasi ASN berbasis Key Performance Indicator (KPI). Menurutnya, reformasi birokrasi harus menghasilkan pemerintahan yang lebih efektif.

Rifqinizamy menilai sistem evaluasi kinerja ASN perlu diperkuat agar produktivitas birokrasi meningkat. Ia mengatakan digitalisasi birokrasi selama ini belum diiringi perubahan budaya kerja dan mentalitas aparatur.

Karena itu, reformasi ASN harus menyasar perubahan sistem kerja, bukan sekadar mengubah layanan dari analog menjadi digital. ASN, tambahnya, tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai simbol stabilitas birokrasi, melainkan harus mampu bersaing berdasarkan kinerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....