BKN Sebut Sistem WFA Efektif dan Hemat Biaya
- 23 Mar 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 5. Harga minyak dunia meroket karena terganggunya pasokan imbas perang Iran dengan Amerika Serikat
- 1. Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerapkan WFA sejak setahun lalu
- 2. Sistem WFA dinilai lebih efisien, efektif, hemat waktu, tenaga dan biaya serta tidak menurunkan produktivitas pegawai
- 3. Total ada 3. 400 pegawai BKN di seluruh Indonesia wajib mengisi e-kinerja harian sehingga mudah untuk dimonitor
- 4. Pemerintah juga akan menerapkan WFH untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM)
RRI.CO. ID, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof Zudan Arif Fakrulloh mengatakan institusinya telah menerapkan Work From Anywhere (WFA). Sistem WFA adalah bekerja darimana saja tanpa perlu hadir secara fisik di kantor.
“Kami sudah lama WFA selama dua hari yakni Senin dan Rabu. Masuk kantor Selasa, Kamis dan Jumat,” kata Zudan dalam penjelasannya seperti dikutip di media sosial BKN.GO.ID, Senin, 23 Maret 2026.
Prof Zudan menjelaskan, pelaksanaan WFA dinilai lebih efektif dan tidak mengurangi produktivitas kinerja. Selain itu, pegawai BKN tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk ke kantor sehingga lebih hemat waktu, biaya dan tenaga.
“Yang jelas kami bekerja lebih efisien, efektif dan teman-teman saya mengatakan produktivitas meningkat karena tidak perlu keluar transport. Tidak perlu keluar bensin dan tol selama dua hari, tidak keluar waktu untuk berangkat dan keluar sehingga lebih produktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BKN telah menerapkan WFA sejak setahun lalu dengan pelayanan full digital. Pihaknya membuat sistem berbasis digital sehingga pelayanan dapat dilakukan dari manapun.
Selain itu, karakter pekerjaan BKN adalah melayani 95 persen merupakan aparatur sipil negara (ASN) sehingga lebih fleksibel. Pihaknya juga menyiapkan e-kinerja harian yang wajib diisi oleh pegawai.
Adanya e-kinerja harian, pegawai BKN mengisi semua kegiatan yang sudah dilakukan, sehingga lebih jelas. Total ada 3. 400 pegawai BKN di seluruh Indonesia.
“Kami menerapkan e-kinerja harian, pegawai BKN semuanya mengisi e-kinerja harian setiap hari. Kami siapkan perangkatnya sehingga kami bisa bekerja dari manapun,” ujarnya.
Ia pun mempersilahkan ASN dari institusi lain atau pihak swasta jika ingin mencontoh yang dilakukan oleh pegawai BKN. “Silahkan yang mau menggunakan best practice dari BKN, silahkan hubungi teman-teman BKN,” katanya.
Sebelumnya pemerintah telah meminta pegawai baik ASN dan swasta untuk WFA Lebaran 2026 selama lima hari. Yaitu 16-17 Maret 2026 (praLebaran) dan 25-27 Maret 2026 (pascaLebaran).
Pemerintah juga sedang merancang rencana untuk WFH demi menghemat bahan bakar minyak (BBM). Harga minyak mentah dunia meroket karena terganggu pasokan akibat perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyambut baik kebijakan WFH. Menteri Airlangga menyebut kebijakan WFH akan mampu menghemat BBM 1/5 dari penggunaan sehari-hari.
“Baik (Tanggapan Presiden) karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. Penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan,” kata Menteri Airlangga, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
Menteri Airlangga menegaskan WFH akan diberlakukan satu hari dalam seminggu. Kebijakan WFH pernah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sidang Kabinet yang dihadiri oleh para menteri, wakil menteri, kepala/pimpinan lembaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....