Freeport Proyeksikan Setoran ke Negara Turun pada 2026

  • 15 Jul 2026 02:55 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan setoran kepada negara sepanjang 2026 turun menjadi sekitar US$2,6 miliar dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai US$4,3 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi proses pemulihan operasional tambang Grasberg Block Cave (GBC) pascalongsor yang terjadi pada September 2025.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan penerimaan negara pada 2026 diperkirakan berasal dari pajak, dividen, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Kita lihat pada 2026 penerimaan negara yang terdiri dari pajak, dividen, dan royalti itu memang menurun menjadi US$2,6 miliar dari tahun lalu sebesar US$4,3 miliar," ujar Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada Selasa, 14 Juli 2026.

Tony menjelaskan, penurunan setoran tersebut terjadi karena produksi tambang GBC belum sepenuhnya pulih setelah insiden longsor pada 8 September 2025. Pada 2026, kontribusi kepada negara diproyeksikan berasal dari sekitar US$1 miliar pajak, US$1,1 miliar dividen, dan US$500 juta PNBP.

Meski demikian, PTFI optimistis penerimaan negara akan kembali meningkat seiring pulihnya aktivitas penambangan. Pada 2027, setoran kepada negara diperkirakan mencapai sekitar US$4,7 miliar, yang terdiri atas US$1,9 miliar pajak, US$1,9 miliar dividen, dan US$800 juta PNBP.

Di sisi operasional, perusahaan memperkirakan kapasitas produksi tambang pada 2026 baru mencapai sekitar 65 persen dari kondisi normal. PTFI masih memprioritaskan pemulihan area tambang serta memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar keselamatan.

"Kita melakukan perbaikan-perbaikan untuk meyakinkan bahwa ini semuanya betul-betul aman sehingga produksi ramp up-nya agak berjalan; tidak seperti yang kita perkirakan sebelumnya sehingga tahun ini masih akan mencapai 65 persen dari total kapasitas," kata Tony.

Ia menambahkan, produksi bijih pada 2026 ditargetkan sekitar 124 ribu ton per hari dengan estimasi produksi logam mencapai 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas atau setara sekitar 21 ton.

PTFI menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap mulai semester pertama 2027 hingga kembali mencapai kapasitas penuh pada akhir 2027. Seiring pemulihan tersebut, produksi tembaga dan emas diproyeksikan terus meningkat hingga 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....