Antam Serap 50 Ton Emas Freeport dari Smelter Gresik

  • 15 Jul 2026 02:56 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) berencana menyerap seluruh produksi emas dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur. Komitmen tersebut mencapai sekitar 50 ton emas per tahun.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan bahwa seluruh produksi emas hasil pemurnian lumpur anoda di PMR akan diambil oleh Antam.

"Dari lumpur anoda yang mengandung emas, perak, dan logam lainnya setelah dimurnikan di precious metal refinery (PMR), akan bisa mencapai produksi emas sebesar 50 ton per tahun. Dan rencananya ini akan 100 persen di-off-take oleh PT Antam," ujar Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada Selasa, 14 Juli 2026.

Selain emas, smelter PTFI di Gresik juga diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 600 ribu ton katoda tembaga per tahun. Fasilitas tersebut turut menghasilkan berbagai logam berharga lainnya, seperti sekitar 200 ton perak, 375 kilogram palladium, 30 kilogram platina, 285 ton selenium, 220 ton bismuth, serta 2.200 ton timbal setiap tahun.

Tony menjelaskan, produk turunan yang belum terserap pasar dalam negeri akan dipasarkan ke luar negeri.

"Ini kalau ada kebutuhan dalam negeri akan dijual di dalam negeri, kalau belum ada akan diekspor," katanya.

Selain logam utama, fasilitas pemurnian tersebut juga diperkirakan menghasilkan sekitar 1,5 juta ton asam sulfat per tahun yang diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, serta sekitar 1,3 juta ton copper slag dan 150 ribu ton gipsum setiap tahun.

Di sisi operasional tambang, PTFI menargetkan produksi bijih rata-rata sebesar 124 ribu ton per hari sepanjang 2026. Target tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya akibat proses pemulihan pascalongsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Tony mengatakan proses pemulihan masih berlangsung sehingga produksi tambang pada 2026 diperkirakan baru mencapai sekitar 65 persen dari kapasitas normal. PTFI menargetkan produksi meningkat menjadi sekitar 75 persen pada semester pertama 2027 dan kembali mencapai kapasitas penuh pada akhir 2027.

Sejalan dengan proses tersebut, perusahaan menargetkan smelter di Gresik kembali mengolah konsentrat dari Papua mulai September 2026 dengan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap hingga akhir tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....