Aktivitas KBM Kembali Normal, Siswa Ceria Mengikuti MPLS di SDN Srengseng Sawah

  • 14 Jul 2026 12:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Siswa baru SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi tampak ceria mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, disingkat MPLS, pada Selasa 14 Juli 2026. Kegiatan Belajar Mengajar, disingkat KBM di sekolah tersebut juga berjalan normal, pasca pesan ancaman teror bom.

Berdasarkan pengamatan RRI Jakarta di lokasi, siswa antusias mengikuti kegiatan hari pertama sekolah. Orang tua siswa baru juga turut mendamping anak mereka mengikuti kegiatan MPLS dan berinteraksi dengan teman baru.

Sejumlah instansi dan lembaga turut hadir memberikan trauma healing dan penyuluhan, salah satunya Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk atau PPAPP DKI Jakarta.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan pendampingan diberikan tidak hanya kepada siswa, melainkan juga kepada orang tua dan guru. Menurutnya, suasana MPLS berlangsung hangat dan para siswa antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

"Tadi kita lihat anak-anak semua ceria, bernyanyi, kemudian juga tadi banyak berdialog langsung dengan Pak Menteri, juga kemudian para orang tua dan juga guru-guru semua bisa berdialog dengan baik dengan nyaman," kata Dwi di lokasi, Selasa 14 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun RRI Jakarta, pendampingan dan penyuluhan di sekolah tersebut melibatkan berbagai instansi, antara lain Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Polda Metro Jaya, Himpunan Psikologi Indonesia, dan Dinas Pendidikan setempat.

Mereka memberikan trauma healing kepada siswa sekaligus penyuluhan kepada orang tua untuk memastikan proses MPLS berlangsung aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Rasa khawatir juga sirna di kalangan orang tua siswa setelah situasi sekolah dipastikan aman. Salah seorang wali murid kelas satu, Nida, mengaku kini lebih tenang setelah mendapat pemantauan dan pendampingan dari berbagai pihak.

Pada hari pertama MPLS, anaknya mengikuti senam bersama, makan makanan sehat, dan berbagai kegiatan pengenalan sekolah. Sementara itu, dirinya memperoleh penyuluhan mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak, termasuk edukasi tentang perundungan atau bullying.

"Kemarin khawatir, dan emosi juga [kepada yang menyebar teror], tapi alhamdulillah, sudah aman. Tadi anaknya senam, makan makanan sehat, terus saya mengikuti penyuluhan di ruang kelas," ujar Nida.

Mengutip pemberitaan RRI, sekolah tersebut mendapatkan pesan ancaman teror bom oleh nomor tidak dikenal, Senin 13 Juli 2026. Setelah memperoleh laporan dari masyarakat, kepolisian mengamankan lokasi dan memulangkan siswa lebih awal.

Informasi terakhir, kepolisian telah mengamankan terduga pengirim pesan ancaman tersebut, yaitu berinisial MY. Polisi tengah mendalami motif terduga pelaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....