Mentrans Kolaborasi Transmigrasi, Kampus, dan Investor Jadi Mesin Pertumbuhan
- 09 Jul 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan ekonomi transmigrasi
- Kolaborasi lahan transmigrasi, sejumlah kampus, dan investor akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi total 154 kawasan transmigrasi
- Menteri Iftitah menyebut, paradigma baru pembangunan kawasan transmigrasi dengan menyatukan kekuatan perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat transmigrasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan ekonomi transmigrasi. Kolaborasi lahan transmigrasi, sejumlah kampus, dan investor akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi total 154 kawasan transmigrasi.
Menteri Iftitah menyebut, paradigma baru pembangunan kawasan transmigrasi dengan menyatukan kekuatan perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat transmigrasi. Melalui sinergi tersebut, kawasan transmigrasi diproyeksikan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang ditopang inovasi, investasi, serta akses pasar.
Pembangunan transmigrasi tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan lahan dan permukiman. Kini, yang dibangun adalah ekosistem ekonomi yang menghubungkan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, dan pasar.
“Kami punya dua kekuatan, lahan dan tenaga kerja, yaitu para transmigran, namun, kami juga punya tiga kekurangan. Pertama, ilmu pengetahuan dan teknologi, kedua, modal yang kami datangkan melalui investasi dunia usaha, ketiga, akses pasar," kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulis di Jakarta, pada Kamis 9 Juli 2026.
Menteri Iftitah menjelaskan, sinergi tersebut menjadi fondasi transformasi transmigrasi, sepuluh perguruan tinggi mitra diterjunkan melalui Program Transmigrasi Patriot. Sinergi untuk melakukan riset, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menyusun feasibility study yang dapat ditawarkan kepada calon investor.
“Kami melibatkan sepuluh kampus mitra agar kawasan transmigrasi menjadi laboratorium hidup. Dari sana lahir inovasi, teknologi, dan berbagai solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ucapnya.
Hasil riset tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan proyek-proyek investasi yang siap ditawarkan kepada dunia usaha. Sehingga setiap kawasan memiliki arah pengembangan yang jelas dan berbasis potensi unggulannya.
“Inilah cara kami membangun transmigrasi baru, kampus menghadirkan ilmu pengetahuan, dunia usaha membawa investasi dan pasar. Sementara masyarakat transmigrasi menjadi pelaku utama pembangunan,” ujarnya.
Menteri Iftitah menambahkan, pendekatan baru transmigrasi tidak lagi berhenti pada pembagian lahan atau bantuan produksi. Seluruh rantai nilai ekonomi dibangun, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, penguasaan teknologi, masuknya investasi, hingga tersedianya kepastian pasar.
Sebagai contoh, Kementrans telah membuka akses ekspor durian dari kawasan transmigrasi di Parigi Moutong ke pasar Tiongkok. Langkah tersebut meningkatkan harga yang diterima petani secara signifikan.
“Sekarang kami membuka akses offtaker sampai ke Tiongkok. Dampaknya, harga durian yang diterima petani meningkat lima hingga enam kali lipat,” pungkasnya.
Selain memperkuat akses pasar, Kementrans juga mengembangkan setiap kawasan sesuai potensi unggulannya. Baik di sektor industri, pariwisata, energi, pertanian, maupun sektor strategis lainnya.
Seluruh pengembangan dilakukan berdasarkan kajian ilmiah dan kebutuhan investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja. Kemudian, meningkatkan nilai tambah, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat transmigrasi maupun masyarakat lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....