Komdigi Kembangkan Solusi AI Dukung Pembelajaran di Sekolah Rakyat
- 05 Jul 2026 15:04 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya mengembangkan sistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang akan dimanfaatkan di 178 Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026 sampai 2027. Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto usai menghadiri Demo Day dan Graduation Ceremony Program AI Talent Factory Batch 1 Tahun 2026 di Auditorium Algoritma Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur dikutip komdigi.go.id mengatakan solusi digital tersebut dirancang membantu guru dan kepala sekolah menyusun kurikulum, merancang pembelajaran, serta menyusun evaluasi belajar sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih efektif.
"Pengembangan sistem AI tersebut merupakan hasil Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi," jelasnya.
Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, ini mempertemukan talenta AI dengan kebutuhan nyata sektor publik agar hasil pembelajaran tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat. "AITF dirancang untuk mencetak talenta AI nasional sekaligus menghasilkan inovasi digital yang mampu menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat," tutur Bonifasius Wahyu Pudjianto.
Menurut Bonifasius, kolaborasi dengan Universitas Brawijaya menjadi contoh bagaimana hasil pembelajaran peserta dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang siap digunakan oleh instansi pemerintah. “Untuk UB, fokusnya pada pengembangan solusi bagi Sekolah Rakyat yang akan digunakan oleh Kemensos, serta sistem pendukung bantuan sosial yang nantinya akan digunakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.
Selain mendukung pengembangan sistem pembelajaran bagi Sekolah Rakyat, peserta AITF bersama Universitas Brawijaya juga mengembangkan sistem pendukung penyaluran bantuan sosial yang akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pengembangan dua solusi tersebut menunjukkan bahwa talenta AI Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan nyata di berbagai sektor layanan publik.
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico, yang hadir mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mengatakan teknologi AI akan membantu kepala sekolah dan guru dalam menjalankan proses pembelajaran secara lebih efisien. “Secara prinsip, tata kelola itu mulai dari hulu sampai hilir. Ini salah satu contoh yang akan kami kembangkan. Kami sudah sepakat akan membawa aplikasinya ke 178 Sekolah Rakyat yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027,” ujar Robben.
Menurut Robben, pemanfaatan AI akan membantu guru menyusun kurikulum, menyiapkan materi pembelajaran, membuat soal tes awal dan tes akhir, serta mendukung pengelolaan proses belajar mengajar. Dengan demikian, guru dapat lebih memusatkan perhatian pada pendampingan peserta didik.
Kementerian Sosial juga akan memberikan pendampingan kepada guru dan tenaga pendidik dalam penerapan teknologi tersebut. Talenta AI dari Program AITF akan dilibatkan dalam sosialisasi implementasi kepada lebih dari 5.000 guru Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Selanjutnya, sistem AI hasil pengembangan peserta AITF akan diintegrasikan dengan Learning Management System Sekolah Rakyat untuk mendukung peningkatan Digital Quotient atau kecerdasan digital dalam proses pembelajaran. Kemensos menargetkan implementasi penuh sistem tersebut dapat terealisasi pada akhir tahun 2026.
Melalui Program Artificial Intelligence Talent Factory, Kementerian Komdigi membangun ekosistem talenta AI nasional yang menghubungkan pembelajaran, pengembangan inovasi, dan kebutuhan riil sektor publik. Implementasi sistem AI di Sekolah Rakyat menjadi salah satu wujud pemanfaatan talenta digital Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital pemerintahan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....