Kapolda Sumsel Tekankan Gotong Royong dan Pemanfaatan Teknologi di Satkamling

  • 10 Jun 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapolda Sumsel dorong Satkamling memadukan gotong royong dan teknologi.
  • Sebanyak 1.700 anggota Satkamling mengikuti pelatihan secara hibrida.
  • Call Center 110 dan CCTV menjadi pendukung deteksi dini gangguan kamtibmas.

RRI.CO.ID, Palembang - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho mendorong anggota Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) memadukan gotong royong dan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat deteksi dini dan respons cepat terhadap gangguan kamtibmas.

Hal tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Pelatihan Satkamling Tahun 2026 di Mapolda Sumsel, Selasa, 9 Juni 2026. Pelatihan Satkamling tersebut diikuti peserta secara luring dan daring dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel mengapresiasi peran Satkamling dalam menjaga keamanan lingkungan selama ini. Menurutnya, keamanan yang dirasakan masyarakat lahir dari kerja sama berbagai pihak.

“Keamanan bukan hanya milik Polri. Keamanan adalah milik kita bersama dan hak kita semua,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.

Sandi mengatakan, situasi aman memungkinkan masyarakat beribadah, bekerja, dan belajar dengan nyaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terlibat menjaga keamanan lingkungannya.

Menurutnya, Satkamling menjadi ujung tombak pelayanan dan deteksi dini di tingkat masyarakat. Peran tersebut semakin penting di tengah perkembangan tantangan keamanan saat ini.

Kapolda juga menyoroti filosofi rompi Satkamling bertuliskan Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik. Tulisan tersebut dilengkapi angka 24/7 yang melambangkan kesiapsiagaan tanpa henti.

"Dalam menghadapi tantangan modern, Satkamling didorong memanfaatkan berbagai sarana teknologi. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat memperkuat pengawasan dan respons terhadap gangguan keamanan," ujarnya.

Kapolda mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 110 yang tersedia secara gratis. Selain itu, pemasangan CCTV juga dinilai penting untuk mendukung pengawasan lingkungan.

“Teknologi memang membantu, tetapi gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan tetap memiliki nilai yang sangat penting. Bertemu langsung dengan tetangga memberikan manfaat yang tidak dapat digantikan,” ujarnya.

Pelatihan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keahlian. Materi yang diberikan mencakup hukum, kebangsaan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.

Kapolda berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan masing-masing. Satkamling diharapkan berkembang menjadi pusat pelayanan awal dan deteksi dini masyarakat.

Dengan mengedepankan kerja tuntas dan kerja ikhlas, keamanan lingkungan dapat terus terjaga. Langkah tersebut diharapkan mendukung terwujudnya Bumi Sriwijaya yang aman dan baik.

Sebagai informasi, pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Kapolda Sumsel. Simbol tersebut mencerminkan kewaspadaan lingkungan sekaligus pelestarian alat komunikasi tradisional masyarakat.

Sebanyak 1.700 anggota Satkamling mengikuti kegiatan yang digelar secara hibrida tersebut. Dari jumlah itu, 100 peserta hadir langsung dan 1.600 lainnya mengikuti secara virtual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....