Wamen PPPA Dorong Kesetaraan Gender lewat Komunikasi Desa
- 07 Jun 2026 10:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan pentingnya komunikasi berperspektif gender untuk mendorong terwujudnya kesetaraan perempuan di tingkat desa.
- Menurutnya, berbagai nilai budaya dan adat istiadat perlu dipahami secara kontekstual, namun harus dikoreksi apabila menimbulkan ketimpangan dan merendahkan martabat perempuan.
- Wamen PPPA Veronica Tan mengatakan seluruh warga negara memiliki hak yang setara tanpa diskriminasi sebagaimana telah diatur dalam berbagai regulasi dan peraturan perundang-undangan.
- Kementerian PPPA menyiapkan program kebun pangan perempuan berbasis permakultur dan ekonomi restoratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Komunikasi berperspektif gender dinilai penting untuk mendorong terwujudnya kesetaraan perempuan di tingkat desa. Demikian disampaikan Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, Minggu 7 Juni 2026.
Menurut dia, berbagai nilai budaya dan adat istiadat perlu dipahami secara kontekstual. Namun, hal itu harus dikoreksi apabila menimbulkan ketimpangan dan merendahkan martabat perempuan.
“Budaya yang menimbulkan ketimpangan terhadap perempuan harus diubah melalui komunikasi yang mendorong nilai inklusif dan berkeadilan,” ujarnya. Karena itu, lanjut Wamen, perubahan cara pandang masyarakat menjadi kunci mewujudkan kesetaraan gender tanpa menghilangkan keberagaman budaya di desa.
Veronica mengatakan seluruh warga negara memiliki hak setara tanpa diskriminasi sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi dan peraturan perundang-undangan. Namun, masih banyak tantangan di tingkat akar rumput, terutama wilayah pedesaan dengan keberagaman adat, kebiasaan, dan ritual lokal.
“Pemahaman mengenai kesetaraan gender belum terkomunikasikan secara optimal sehingga belum masuk dalam nomenklatur kebijakan desa,” ucapnya. Akibatnya, berbagai program pembangunan responsif perempuan dan anak masih sulit dijalankan secara kelembagaan di desa.
Menurut Veronica, Kementerian PPPA telah menyiapkan program kebun pangan perempuan berbasis permakultur dan ekonomi restoratif untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Tujuannya untuk menjadi pintu masuk pemberdayaan perempuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas desa.
“Melalui regulasi dan penguatan komunitas, perempuan harus memperoleh hak pengelolaan tanah agar dapat berkembang secara mandiri,” katanya. Hal ini juga penting untuk memperkuat jaringan komunikasi perempuan dalam mendukung pembangunan desa yang inklusif.
Dalam menjalankan program ini, Kementerian PPPA bekerja sama dengan Institut Français d’Indonésie (IFI), lembaga kerja sama budaya Indonesia-Prancis. Wakil Direktur Institut IFI, Vincent Degoul, mengatakan kolaborasi tersebut akan menghasilkan solusi berkelanjutan yang berdampak langsung untuk kesetaraan gender.
“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk masalah-masalah kesetaraan gender, lingkungan, dan ekonomi kreatif,” ujarnya. “Kolaborasi berbagai organisasi dan lembaga publik penting untuk menghasilkan solusi berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat,” kata Vincent Degoul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....